Ribuan Meteorit di Antartika Menghilang, Ini Penyebabnya

Jum'at, 12 April 2024 - 07:10 WIB
loading...
A A A
Menurut para peneliti, warna gelap dari batuan luar angkasa ini juga memperburuk situasi. Hal ini karena meteorit menyerap lebih banyak energi matahari dibandingkan salju putih di sekitarnya. Akumulasi energi panas ini menyebabkan es tepat di bawah meteorit mencair lebih cepat daripada salju di sekitarnya, sehingga terbentuk cekungan di permukaan es yang dapat menelan meteorit saat permukaan membeku di atasnya.

"Bahkan ketika suhu es jauh di bawah nol derajat Celcius, meteorit gelap akan sangat panas di bawah sinar matahari sehingga dapat mencairkan es tepat di bawahnya. Melalui proses ini, meteorit yang panas menciptakan cekungan lokal di es dan seiring waktu menghilang sepenuhnya di bawah permukaan," kata salah satu penulis utama penelitian, Veronica Tollenaar dari Université Libre de Bruxelles, dilansir dari Debrief, Jumat (12/4/2024).

Berdasarkan perhitungan mereka, Tollenaar dan penulis utama studi tersebut, Harry Zekollari, mengatakan bahwa sebanyak 5.000 meteorit Antartika hilang dengan cara ini setiap tahun.

Baca Juga: Lagi Ngopi, Perempuan Ini Kejatuhan Meteorit

Dalam pernyataan tambahan, tim peneliti mengatakan bahwa dengan analisis data perubahan iklim yang dikumpulkan dari satelit dan menggabungkan informasi tersebut dengan prediksi model iklim, diperkirakan jumlah meteorit yang hilang bisa mencapai 5.100 hingga 12.200 setiap tahun.

Kecepatan hilangnya meteorit Antartika ini jauh melebihi upaya pengumpulan yang hanya mencapai seperlimanya. Para peneliti mengatakan bahwa masalah ini perlu segera ditangani untuk mengurangi jumlah meteorit yang hilang sebelum dapat dikumpulkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pulau Misterius Ditemukan...
Pulau Misterius Ditemukan di Zona Berbahaya Antartika
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi...
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi di Gletser Kiamat Antartika
Bakal Hancur Total,...
Bakal Hancur Total, Gunung Es di Antartika Berubah Warna Jadi Biru
Robot Apung Mulai Kumpulkan...
Robot Apung Mulai Kumpulkan Data Pertama di Bawah Es Antartika
WMO: Kawasan Arab Menghangat...
WMO: Kawasan Arab Menghangat Dua Kali Lebih Cepat dari Rata-Rata Global
Temuan OECD: Sampah...
Temuan OECD: Sampah Plastik Asia Meningkat 70% pada Tahun 2050
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Mengenal Konsep Green...
Mengenal Konsep Green Building dan Manfaat Penerapannya
Indonesia Perjuangkan...
Indonesia Perjuangkan 7 Agenda Kunci Kebijakan Iklim Dunia di COP30 Brasil
Rekomendasi
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved