Spesifikasi Robot Anjing Israel, Mampu Melacak Terowongan Hamas
Rabu, 03 April 2024 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
Pasukan militer Israel juga mempunyai robot yang memiliki sensor dan senjata otomatis yang mirip dengan milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang bernama Gladiator. Investasi Israel dalam bentuk robot anjing pelacak ini bernilai sekira Rp2 miliar.
Di balik kecanggihan dan nilai mahalnya, ternyata robot-robot tadi masih punya titik kelemahan. Titik lemahnya yaitu sumber daya energi dan kemampuan daya tahan dalam peperangan. Robot anjing pelacak belum mampu membawa beban lebih dari 10 kilogram.
Hal tersebut juga dicermati dari tiga robot anjing serupa yang dibeli oleh komunitas unit cadangan perang militer Israel,Brothers in Arms. Tugas ketiga robot tersebut untukmengumpulkan data intelijen dan membantu tentara tempur untuk beroperasi secara optimal di lapangan.
Baca Juga : Robot Anjing Rusia M-81 Pembawa Roket, Mirip Robot Buatan China
Ketigarobotanjing tipe Vision 60 diproduksi oleh perusahaan Amerika, Ghost Robotics, masing-masing berharga sekitar Rp2 miliar. Para robot itu diklaim memiliki sejumlah kemampuan termasuk mengamati area di atas dan di bawah tanah, sangat lincah, mampu memanjat tumpukan tanah dan puing-puing, berjalan melewati genangan air yang dalam serta mengapung di permukaannya, dan mampu bangkit kembali jika terbalik.
Cara kerja mereka juga semi-otonom, mampu mengendalikan kecepatan gerakan mereka sendiri dan berhenti tanpa campur tangan manusia, dan memiliki kemampuan radar laser untuk pemetaan tiga dimensi terhadap lingkungan sekitarnya. Tak ayal, robot ini mampu menemukan lokasi bahan peledak tersembunyi. Kelemahan dari robot anjing ini terletak pada daya tahan baterainya hanyabertahan tiga jam.
Meski terbukti telah beroperasi di lingkup militer Amerika Serikat sejak 2020,robotanjing ini tidak bersenjata tetapi memiliki kemampuan teknis untuk dipersenjatai dengan senapan mesin ringan. Lantaran penglihatannya dilengkapi dengan kapasitas optik canggih, kamera termal untuk penglihatan malam, dan jangkauan 1,2 kilometer.
Di balik kecanggihan dan nilai mahalnya, ternyata robot-robot tadi masih punya titik kelemahan. Titik lemahnya yaitu sumber daya energi dan kemampuan daya tahan dalam peperangan. Robot anjing pelacak belum mampu membawa beban lebih dari 10 kilogram.
Hal tersebut juga dicermati dari tiga robot anjing serupa yang dibeli oleh komunitas unit cadangan perang militer Israel,Brothers in Arms. Tugas ketiga robot tersebut untukmengumpulkan data intelijen dan membantu tentara tempur untuk beroperasi secara optimal di lapangan.
Baca Juga : Robot Anjing Rusia M-81 Pembawa Roket, Mirip Robot Buatan China
Ketigarobotanjing tipe Vision 60 diproduksi oleh perusahaan Amerika, Ghost Robotics, masing-masing berharga sekitar Rp2 miliar. Para robot itu diklaim memiliki sejumlah kemampuan termasuk mengamati area di atas dan di bawah tanah, sangat lincah, mampu memanjat tumpukan tanah dan puing-puing, berjalan melewati genangan air yang dalam serta mengapung di permukaannya, dan mampu bangkit kembali jika terbalik.
Cara kerja mereka juga semi-otonom, mampu mengendalikan kecepatan gerakan mereka sendiri dan berhenti tanpa campur tangan manusia, dan memiliki kemampuan radar laser untuk pemetaan tiga dimensi terhadap lingkungan sekitarnya. Tak ayal, robot ini mampu menemukan lokasi bahan peledak tersembunyi. Kelemahan dari robot anjing ini terletak pada daya tahan baterainya hanyabertahan tiga jam.
Meski terbukti telah beroperasi di lingkup militer Amerika Serikat sejak 2020,robotanjing ini tidak bersenjata tetapi memiliki kemampuan teknis untuk dipersenjatai dengan senapan mesin ringan. Lantaran penglihatannya dilengkapi dengan kapasitas optik canggih, kamera termal untuk penglihatan malam, dan jangkauan 1,2 kilometer.
Lihat Juga :