Harvard Ganti Sampul Buku dari Kulit Manusia di Perpustakaannya
Sabtu, 30 Maret 2024 - 16:21 WIB
loading...
A
A
A
Pemilik pertama buku tersebut, Dr Ludovic Bouland, seorang dokter dan bibliofil Perancis, mengikat buku tersebut dengan kulit manusia. Catatan tulisan tangannya yang ditemukan dalam buku tersebut mengatakan bahwa “sebuah buku tentang jiwa manusia layak mendapat sampul manusia.” Ia juga menjelaskan proses yang digunakan untuk merawat kulit.
Ada indikasi Bouland mengikat buku itu dengan kulit yang diambil dari seorang wanita semasa menjadi mahasiswa kedokteran. Menurut memo yang ditulis oleh John Stetson, Bouland mengambil kulit ini dari tubuh wanita yang sudah meninggal. Seperti yang diyakini, itu adalah pasien dari rumah sakit jiwa Perancis.
Keputusan untuk menghilangkan kulit manusia dari sampul buku terjadi setelah pihak perpustakaan melakukan peninjauan terhadap pengelolaan buku tersebut. Keputusan tersebut dipicu oleh saran dari laporan Komite Pengarah Universitas Harvard tentang Peninggalan Manusia di Koleksi Museum Universitas.
“Kami meminta maaf atas nama Perpustakaan Harvard atas kegagalan kami di masa lalu dalam pengelolaan buku yang semakin mengobjektifikasi dan mengkompromikan martabat manusia di pusat tersebut,” kata Tom Hyry, Pustakawan Universitas Associate untuk Arsip dan Koleksi Khusus.
Baca Juga : Penampakan 'Manusia Serigala' Gemparkan Jerman
Ada indikasi Bouland mengikat buku itu dengan kulit yang diambil dari seorang wanita semasa menjadi mahasiswa kedokteran. Menurut memo yang ditulis oleh John Stetson, Bouland mengambil kulit ini dari tubuh wanita yang sudah meninggal. Seperti yang diyakini, itu adalah pasien dari rumah sakit jiwa Perancis.
Keputusan untuk menghilangkan kulit manusia dari sampul buku terjadi setelah pihak perpustakaan melakukan peninjauan terhadap pengelolaan buku tersebut. Keputusan tersebut dipicu oleh saran dari laporan Komite Pengarah Universitas Harvard tentang Peninggalan Manusia di Koleksi Museum Universitas.
“Kami meminta maaf atas nama Perpustakaan Harvard atas kegagalan kami di masa lalu dalam pengelolaan buku yang semakin mengobjektifikasi dan mengkompromikan martabat manusia di pusat tersebut,” kata Tom Hyry, Pustakawan Universitas Associate untuk Arsip dan Koleksi Khusus.
Baca Juga : Penampakan 'Manusia Serigala' Gemparkan Jerman
Lihat Juga :