Yasuke, Sosok Samurai Langka dari Afrika
Jum'at, 29 Maret 2024 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
Mitsuhide menganggap Yasuke sebagai “binatang buas” dan bukan samurai sejati. Yasuke menawarkan pedangnya kepada Mitsuhide mengikuti kebiasaan Barat. Berkat penolakan inilah Yasuke kembali melayani Valignano dan segera kembali ke kehidupan lamanya. Meski begitu para Jesuit senang melihat dia selamat dan berterima kasih kepada Tuhan atas kepulangannya.
Hanya ada sedikit bukti yang tidak dapat disangkal mengenai kehadiran orang Afrika di Jepang sebelum Yasuke. Sebuah pepatah Jepang yang mengatakan, “Agar seorang Samurai menjadi berani, dia harus memiliki sedikit darah hitam.” Tentu saja belum dapat dipastikan apakah ini merujuk pada orang berkulit gelap atau memiliki arti lain dari kata hitam.
Dalam sejarah Jepang, ada tokoh lain yang dianggap oleh sebagian orang sebagai keturunan Afrika, yaitu Sakanouye No Tamuramaro. Ia seorang pejuang yang hidup pada era Heian (794-1185 M) sekitar tahun 758 hingga 811 dan merupakan penjaga istana Kaisar Kammu (memerintah tahun 781-806). Dia ditempatkan di komando pasukan yang dikirim kaisar untuk melawan Ainu. Prajurit ini konon memiliki "kulit hitam”.
Bukti mengenai keberadaan orang Afrika di Jepang kuno ini tidak dapat dipastikan, namun hal ini mengungkapkan bahwa sejarah kontak antara Jepang dan seluruh dunia mungkin lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya.
MG/Maulana Kusumadewa Iskandar
Hubungan Afrika-Jepang
Hanya ada sedikit bukti yang tidak dapat disangkal mengenai kehadiran orang Afrika di Jepang sebelum Yasuke. Sebuah pepatah Jepang yang mengatakan, “Agar seorang Samurai menjadi berani, dia harus memiliki sedikit darah hitam.” Tentu saja belum dapat dipastikan apakah ini merujuk pada orang berkulit gelap atau memiliki arti lain dari kata hitam.
Dalam sejarah Jepang, ada tokoh lain yang dianggap oleh sebagian orang sebagai keturunan Afrika, yaitu Sakanouye No Tamuramaro. Ia seorang pejuang yang hidup pada era Heian (794-1185 M) sekitar tahun 758 hingga 811 dan merupakan penjaga istana Kaisar Kammu (memerintah tahun 781-806). Dia ditempatkan di komando pasukan yang dikirim kaisar untuk melawan Ainu. Prajurit ini konon memiliki "kulit hitam”.
Bukti mengenai keberadaan orang Afrika di Jepang kuno ini tidak dapat dipastikan, namun hal ini mengungkapkan bahwa sejarah kontak antara Jepang dan seluruh dunia mungkin lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya.
MG/Maulana Kusumadewa Iskandar
(msf)
Lihat Juga :