3 Bahaya di Balik Penggunaan Apple Vision Pro
Selasa, 27 Februari 2024 - 22:10 WIB
loading...
A
A
A
Alhasil, perangkat ini akan mempengaruhi cara belajar dan bekerja dengan cara yang belum sepenuhnya dipahami. Sebuah studi pada tahun 2019, misalnya, mengungkap pemakai headset merasa terisolasi secara sosial dari orang lain.
Apple telah mencoba mengatasi masalah isolasi sosial Vision Pro dengan menggabungkan fitur EyeSight, yang mengintegrasikan layar ke bagian depan headset yang memproyeksikan mata pemakai kepada pengamat luar. Namun, dalam prakteknya, fitur ini terlihat jauh dari gambaran Apple dengan mata pemakai terlihat sangat berpixel dan tidak sealami yang dibayangkan. Tentu saja, hal ini membatasi efektivitasnya dalam mengatasi kerugian yang jelas dari mengenakan headset dan memasuki lingkungan virtual yang berbeda, nyata atau sepenuhnya imersif.
Baca Juga: Komentar Pedas Mark Zuckerberg Soal Kehadiran Vision Pro
Dampak negatif lain dari mengenakan headset yang sudah dikenal sebelum Vision Pro muncul juga dilaporkan oleh pengguna Vision Pro. Ini termasuk fakta meskipun Vision Pro memiliki resolusi gabungan 23 juta pixel, namun masih kalah jauh dibandingkan mata manusia yang dapat melihat 567 juta pixel per mata. Hal ini dapat berpotensi menimbulkan dampak pada fungsi mata pengguna dalam dunia nyata, termasuk koordinasi motorik dan interaksi dengan objek dunia nyata karena ini secara substansial diubah ketika mengenakan headset. Keluhan umum di antara pemakai Vision Pro sampai saat ini termasuk ketegangan mata.
Perangkat Vision Pro juga berat, menyebabkan keluhan tentang nyeri leher dan kelelahan. Bidang pandang yang sempit dan efek distorsi saat menggunakan passthrough dapat menyebabkan mual bahkan setelah penggunaan kurang dari satu jam, yang menurut para peneliti dapat berdampak negatif pada produktivitas dan kesehatan.
Sudah banyak penelitian yang menyoroti dampak negatif penggunaan smartphone yang hanya muncul seiring waktu. Oleh karena itu, salah satu tim peneliti yang berbicara kepada Scientific American merekomendasikan "kehati-hatian dan menahan diri" dari penggunaan headset setiap hari sampai penelitian lebih lanjut dilakukan.
Apple telah mencoba mengatasi masalah isolasi sosial Vision Pro dengan menggabungkan fitur EyeSight, yang mengintegrasikan layar ke bagian depan headset yang memproyeksikan mata pemakai kepada pengamat luar. Namun, dalam prakteknya, fitur ini terlihat jauh dari gambaran Apple dengan mata pemakai terlihat sangat berpixel dan tidak sealami yang dibayangkan. Tentu saja, hal ini membatasi efektivitasnya dalam mengatasi kerugian yang jelas dari mengenakan headset dan memasuki lingkungan virtual yang berbeda, nyata atau sepenuhnya imersif.
Baca Juga: Komentar Pedas Mark Zuckerberg Soal Kehadiran Vision Pro
2. Gangguan penglihatan
Dampak negatif lain dari mengenakan headset yang sudah dikenal sebelum Vision Pro muncul juga dilaporkan oleh pengguna Vision Pro. Ini termasuk fakta meskipun Vision Pro memiliki resolusi gabungan 23 juta pixel, namun masih kalah jauh dibandingkan mata manusia yang dapat melihat 567 juta pixel per mata. Hal ini dapat berpotensi menimbulkan dampak pada fungsi mata pengguna dalam dunia nyata, termasuk koordinasi motorik dan interaksi dengan objek dunia nyata karena ini secara substansial diubah ketika mengenakan headset. Keluhan umum di antara pemakai Vision Pro sampai saat ini termasuk ketegangan mata.
3. Kelelahan
Perangkat Vision Pro juga berat, menyebabkan keluhan tentang nyeri leher dan kelelahan. Bidang pandang yang sempit dan efek distorsi saat menggunakan passthrough dapat menyebabkan mual bahkan setelah penggunaan kurang dari satu jam, yang menurut para peneliti dapat berdampak negatif pada produktivitas dan kesehatan.
Sudah banyak penelitian yang menyoroti dampak negatif penggunaan smartphone yang hanya muncul seiring waktu. Oleh karena itu, salah satu tim peneliti yang berbicara kepada Scientific American merekomendasikan "kehati-hatian dan menahan diri" dari penggunaan headset setiap hari sampai penelitian lebih lanjut dilakukan.
(msf)
Lihat Juga :