Ilmuwan Ingatkan Kiamat Kecil di Depan Mata, Dunia Kembali ke Zaman Es

Senin, 12 Februari 2024 - 22:00 WIB
loading...
A A A
Selain menjerumuskan negara-negara ke dalam beku yang dalam, ini akan memperpanjang es Arktik lebih ke selatan, meningkatkan suhu bahkan lebih banyak lagi di belahan bumi selatan, mengubah pola hujan global, dan mengganggu hutan hujan Amazon.

Baca Juga: Arkeolog Temukan Fakta Baru Kerangka Kuda Zaman Es yang Ditemukan di Utah

Ilmuwan lain mengatakan itu akan menjadi bencana yang dapat menyebabkan kelaparan dan kekurangan air di seluruh dunia. "Kami menemukan bahwa begitu mencapai titik ambang, konveyor belt akan mati dalam waktu 100 tahun. Pengangkutan panas ke utara sangat berkurang, menyebabkan pergeseran iklim tiba-tiba," kata para peneliti.

Satu-satunya hal yang tidak bisa mereka identifikasi adalah kapan tepatnya titik ambang ini akan tercapai, meskipun itu setidaknya beberapa dekade lagi jika tidak lebih lama. "Penelitian ini membuat kasus yang meyakinkan bahwa AMOC mendekati titik ambang berdasarkan indikator peringatan dini yang kuat dan berbasis fisik," kata Tim Lenton, ketua di perubahan iklim di Universitas Exeter, yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

"Yang tidak bisa (dan tidak) dikatakan adalah seberapa dekat titik ambang, karena seperti yang ditunjukkan bahwa tidak ada data yang cukup untuk membuat perkiraan yang dapat diandalkan secara statistik." Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science Advances.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
NASA Deteksi Sungai...
NASA Deteksi Sungai Eufrat Akan Kering Total pada Tahun 2040
Ilmuwan Temukan Fakta...
Ilmuwan Temukan Fakta Alam Eemesta Mengembang 10% Lebih Cepat dari Prediksi
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi...
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi di Gletser Kiamat Antartika
Gudang Es Pertama di...
Gudang Es Pertama di Dunia Ditemukan, Ilmuwan: Ini Penyelamat Iklim Bumi
2 Ramalan 2026 Nostradamus...
2 Ramalan 2026 Nostradamus Terbukti di Awal Tahun
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Kiamat Militer AS di...
Kiamat Militer AS di Timur Tengah? Iran Hancurkan 16 Pangkalan AS
RDPU terkait Kasus Amsal...
RDPU terkait Kasus Amsal Sitepu, Lola Nelria: Sampai Kiamat, Komisi III DPR Akan Bela Masyarakat
Rekomendasi
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Infografis
5 Mata Uang Paling Lemah...
5 Mata Uang Paling Lemah di Dunia versi Forbes 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved