Ilmuwan Ciptakan Baterai Revolusioner Berbahan Darah, Mampu Bertahan 20-30 Hari!
Jum'at, 02 Februari 2024 - 19:36 WIB
loading...
A
A
A
Para peneliti melihat potensi penggunaan katalis biokompatibel seperti ini pada perangkat yang ditanam dalam tubuh, seperti alat pacu jantung. Baterai ini beroperasi pada pH 7,4, sangat mirip dengan pH darah manusia, dan dapat melampaui manusia karena analog hemoglobin terdapat pada banyak mamalia.
Baca Juga: Baterai Mobil Listrik Nikel versus Lithium, Mana yang Lebih Unggul?
Meskipun revolusioner, prototipe saat ini memiliki kelemahan yaitu tidak dapat diisi ulang. Tim peneliti sedang berusaha menemukan protein yang dapat mengubah air kembali menjadi oksigen untuk memulai siklus reaksi dari awal.
Baterai ini juga memiliki batasan lain karena memerlukan oksigen, sehingga tidak cocok untuk aplikasi luar angkasa. Meskipun baterai litium-ion sangat handal, inisiatif seperti ini sangat penting untuk membawa baterai yang lebih ramah lingkungan ke depan panggung. Jika berhasil diimplementasikan secara luas, baterai berbahan dasar darah bisa menjadi pilihan masa depan yang ramahlingkungan.
Baca Juga: Baterai Mobil Listrik Nikel versus Lithium, Mana yang Lebih Unggul?
Meskipun revolusioner, prototipe saat ini memiliki kelemahan yaitu tidak dapat diisi ulang. Tim peneliti sedang berusaha menemukan protein yang dapat mengubah air kembali menjadi oksigen untuk memulai siklus reaksi dari awal.
Baterai ini juga memiliki batasan lain karena memerlukan oksigen, sehingga tidak cocok untuk aplikasi luar angkasa. Meskipun baterai litium-ion sangat handal, inisiatif seperti ini sangat penting untuk membawa baterai yang lebih ramah lingkungan ke depan panggung. Jika berhasil diimplementasikan secara luas, baterai berbahan dasar darah bisa menjadi pilihan masa depan yang ramahlingkungan.
(dan)
Lihat Juga :