Wahana Luar Angkasa Jepang Bangkit dari Kematian di Bulan

Selasa, 30 Januari 2024 - 22:18 WIB
loading...
A A A
Olivine dapat menjadi petunjuk pembentukan sistem tata surya awal dari dunia berbatu seperti bumi. Mineral ini merupakan salah satu bagian utama dari mantel Bumi, dan juga cenderung terkonsentrasi di lokasi bulan di mana keraknya relatif tipis. Salah satu zona tersebut adalah kutub selatan bulan, di mana NASA, Jepang, dan koalisi negara lain di bawah Artemis Accords yang dipimpin oleh AS berencana mengirim astronot ke sana.

Situs pendaratan SLIM adalah Shioli Crater, zona yang penuh dengan puing-puing dampak lama di Mare Nectaris atau Laut Nektar. Daerah pendaratan misi ini berjarak sekitar 322 kilometer ke selatan Mare Tranquillitatis (Laut Ketenangan). Laut Ketenangan adalah situs pendaratan sekitar ekuator tempat astronot bulan pertama dari Apollo 11 mendarat pada tahun 1969.

Baca Juga: Sukses Meluncur ke Bulan, Intip Spesifikasi Moon Sniper Jepang

SLIM mengirim kembali foto-foto zona pendaratannya dan JAXA sekarang mengklasifikasikan batu-batu yang menarik dan memberikan nama julukan, seperti toy poodle hingga St. Bernard. "Persiapan sedang dilakukan untuk segera melakukan observasi spektroskopis beresolusi tinggi 10 band, begitu kondisi penerangan matahari membaik dan SLIM pulih oleh daya yang dihasilkan oleh larik surya," tulis JAXA.

Meskipun JAXA belum mengatakan berapa lama SLIM akan melakukan observasi dalam keadaan miringnya, misi ini dirancang untuk beroperasi selama dua pekan selama sinar matahari tersedia.

SLIM mengalami kegagalan mesin selama pendaratan sehingga menempatkannya dalam kondisi terbalik. Tetapi selain masalah itu misi ini memenuhi tujuannya untuk mendekati, hingga dalam jarak 100 meter, dari situs pendaratan yang dituju. Namun, orientasi SLIM yang tidak terduga membuatnya tidak dapat menerima daya melalui panel suryanya dalam beberapa jam setelah mendarat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Jepang Siap Bangun Kapal...
Jepang Siap Bangun Kapal Perang Super Terbesar dalam Sejarah
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Jejak Molekuler Aneh...
Jejak Molekuler Aneh Ungkap Petunjuk tentang Kehidupan di Luar Angkasa
Jepang Menggunakan Monster...
Jepang Menggunakan Monster Serigala untuk Menghalau Beruang
Israel Bangun Pusat...
Israel Bangun Pusat Teknologi Antariksa di Gurun Negev
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Rekomendasi
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Berita Terkini
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Infografis
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved