Bukan Narkoba, Polisi Korea Gagalkan Penyelundupan 53.000 Chip Senilai Rp173 Miliar ke China

Senin, 29 Januari 2024 - 14:00 WIB
loading...
Bukan Narkoba, Polisi...
Polisi Korea Selatan menggagalkan penyelundupan chip terbesar yang pernah ada di negara tersebut. Foto: Wafer World
A A A
CHINA - Penyelundupan barang terlarang bukan hanya narkoba atau senjata berbahaya. Tapi, juga chip ilegal . Di 2024, chip menjadi barang yang bernilai sangat tinggi. Kondisi geopolitik membuat chip harus diselundupkan antara negara.

Terbaru, Kantor Bea Cukai Korea Selatan berhasil menggagalkan operasi penyelundupan chip yang melibatkan 53,000 chip senilai USD11.6 juta atau sekitar Rp173 miliara.

BusinessKorea mengungkap, ini jadi kasus penyelundupan chip terbesar berdasarkan nilai. Polisi Korea Selatan menemukan bahwa chip dengan teknologi AS diselundupkan melalui Korea ke China.

Operasi penyelundupan ini begitu besar sehingga tidak lagi melibatkan individu. Tapi, satu perusahaan (sebut saja Perusahaan A). Semua eksekutif di perusahaan tersebut telah didakwa oleh jaksa atas kejahatan yang dilakukan selama tiga tahun.

Mulai Agustus 2020 hingga Agustus 2023, “Perusahaan A” secara legal membeli chip buatan AS dan mengimpornya, juga secara legal, ke Korea Selatan. Beberapa chip ini kemudian diselundupkan melalui udara ke China dalam 144 perjalanan, hanya dengan tidak mendeklarasikannya kepada bea cukai.

Meskipun banyak penyelundup kecil mencoba membawa CPU dan GPU konsumen ke China sebelumnya, operasi ini melibatkan chip yang dibuat untuk mengonversi sinyal analog ke digital.

Karena chip ini dapat digunakan untuk senjata pemusnah massal, maka secara aturan harus tunduk pada pembatasan ekspor dan impor sejak 2020.
Modusnya, “Perusahaan A” memesan lebih banyak chip dari yang sebenarnya dibutuhkan dari distributor resmi pemrosesor komunikasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
Harga RAM untuk Router...
Harga RAM untuk Router Melonjak 600% karena Lonjakan Permintaan AI
Valve Tunda Peluncuran...
Valve Tunda Peluncuran Steam Machine dan Frame Akibat Krisis Komponen Global
Claude Opus 4.6 Dirilis,...
Claude Opus 4.6 Dirilis, Kemampuan Pemrograman Lebih Komprehensif
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Rekomendasi
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
Ada Demo Mahasiswa di...
Ada Demo Mahasiswa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Arus Lalin Dialihkan
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Infografis
Presiden Ukraina Zelensky:...
Presiden Ukraina Zelensky: China Memasok Senjata ke Rusia!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved