Pecahan Meteorit Langka yang Meledak di Langit Jerman Berhasil Ditemukan

Sabtu, 27 Januari 2024 - 20:00 WIB
loading...
Pecahan Meteorit Langka...
Pecahahan asteroid 2024 BX1 yang meledak di langit berhasil ditemukan. (Foto: Museum für Naturkunde Berlin)
A A A
JAKARTA - Peristiwa alam langka terjadi di langit kota Berlin, Jerman pada 21 Januari 2024. Asteroid 2024 BX1 yang jatuh ke Bumi terbakar di atmosfer dan memicu suara ledakan di udara.

Upaya pencarian pecahan meteorit yang mungkin bertahan dari terbakar di atmosfer dan jatuh ke Bumi pun segera dilakukan. Hasilnya, para peneliti berhasil menemukannya.

Dilansir dari IFL Science, pecahan asteroid 2024 BX1 berukuran sebesar kenari telah ditemukan oleh para peneliti dari Museum für Naturkunde Berlin. Saat ini meteorit tersebut akan diperiksa untuk memastikan berasal dari asteroid 2024 BX1.

Asteroid 2024 BX1 adalah objek yang diperkirakan akan bertabrakan dengan Bumi dengan peluang 100 persen, yang hanya terjadi untuk kedelapan kalinya.

Baca Juga: Batu Asteroid Jatuh ke Bumi, Meledak di Atas Jerman

Asteroid ini pertama kali terdeteksi sekitar tiga jam sebelum terjadi dampak di langit Jerman. Krisztián Sárneczky di Piszkéstető Mountain Station dari Konkoly Observatory dekat Budapest, Hungaria melihatnya di langit dan melaporkan temuan tersebut ke Minor Planet Center.

Minor Planet Center adalah sistem internasional berisi basis data tentang semua benda kecil yang bergerak melalui Tata Surya. Data ini kemudian secara otomatis dibagikan ke para astronom lainnya.

Berkat Scout, sistem otomatis lain yang melacak lintasan objek yang baru ditemukan, menjadi jelas bahwa asteroid 2024 BX1 akan bertabrakan dengan Bumi.

Baca Juga: Ini Perbedaan Antara Meteor, Meteorit, dan Asteroid

Bola api terang dari objek tersebut terlihat sejauh Republik Ceko. Pecahan asteroid, jika bertahan dari kehancuran di atmosfer, diharapkan jatuh di sebelah barat Berlin, di Havelland di mana potongan-potongan kecil ini ditemukan.

Asteroid 2024 BX1 memiliki ukuran perkiraan sekitar 1 meter, yang bahkan tidak sebanding dengan ukuran jerapah, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran besar. Kehancuran saat melewati atmosfer adalah suatu keniscayaan. Tetapi mengumpulkan potongan yang mungkin bertahan sangat penting.

Jika cepat ditemukan, maka meteorit akan tetap relatif tidak terpapar Bumi, berpotensi memberikan sampel asteroid yang hampir primitif - tidak sebaik apa yang dibawa misi seperti OSIRIS-REx , tetapi ini diantar langsung ke bumi.

Baca Juga: Waspada, 25.000 Asteroid Berbahaya Diperkirakan Mengancam Bumi

Penelitian tentang meteorit dan misi pengambilan sampel sangat penting untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang pembentukan Tata Surya.

Sistem prediksi asteroid juga sangat penting untuk keselamatan Bumi, menunjukkan bahwa objek yang berpotensi mengancam yang dapat menyebabkan kerusakan dapat terdeteksi dengan waktu untuk memberi tahu atau mengungsikan penduduk yang terkena dampak.

Masih ada keterbatasan pada sistem pertahanan planet Bumi, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi kemajuan luar biasa dalam melindungi umat manusia dari Objek Dekat Bumi yang mungkin berbahaya.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
NASA Deteksi Sungai...
NASA Deteksi Sungai Eufrat Akan Kering Total pada Tahun 2040
Ilmuwan Temukan Fakta...
Ilmuwan Temukan Fakta Alam Eemesta Mengembang 10% Lebih Cepat dari Prediksi
Sebuah Asteroid Menabrak...
Sebuah Asteroid Menabrak Bulan pada 2032, Dampaknya Akan Mencapai Bumi
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi...
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi di Gletser Kiamat Antartika
2 Ramalan 2026 Nostradamus...
2 Ramalan 2026 Nostradamus Terbukti di Awal Tahun
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Rekomendasi
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Jelang Lawan Senegal,...
Jelang Lawan Senegal, Kante Ultimatum Mbappe Cs
Berita Terkini
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved