Mengenal Bom Cluster RBK-250, Penebar Maut Massal yang Dilarang Dunia

Jum'at, 26 Januari 2024 - 09:26 WIB
loading...
Mengenal Bom Cluster...
Bom cluster RBK-250 memiliki dampak mematikan. (Foto: Valka)
A A A
JAKARTA - Penggunaan bom fosfor di Gaza menuai protes dari para pegiat kemanusian lantaran dampaknya yang mengerikan seperti bom cluster RBK-250. Belakangan bom cluster milik AS juga disebut-sebut telah digunakan oleh militer Ukraina di medan pertempuran melawan Rusia.

Menilik sejarahnya, bom cluster RBK-250 merupakan sejata buatan Uni Soviet. Kemudian negara-negara lain juga membuat bom serupa dan menggunakannya pada konflik terbuka. Pada eranya bom ini sangat ditakuti karena terkenal dengan dampaknya yang luar biasa, yaitu memanggang manusia.

Seseorang yang terkena bom ini kemungkinan selamat sangat kecil lantaran kulit dan dagingnya terbakar. Bahkan kerusakan yang diakibatkan sampai ke organ dalam.

Melansir laman Guardian, Jumat (25/1/2024), bom cluster adalah senjata yang pecah di udara dan melepaskan banyak peledak di area yang luas. Bom ini dapat ditembakkan dari pesawat, artileri dan rudal.

Baca Juga: Ukraina Serang Wilayah Rusia dengan Bom Cluster

Bom cluster didesain untuk meledak saat menghantam tanah. Dampaknya, siapa pun di area itu kemungkinan besar akan tewas atau terluka parah. Fatalnya lagi, biasanya banyak di antara bom yang dijatuhkan gagal meledak.

Konsekuensi logis dari hal ini adalah bom cluster menjadi semacam bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Banyak laporan bermunculan tentang korban sipil berjatuhan akibat bom cluster yang meledak jauh-jauh hari setelah ditembakkan, bahkan dalam hitungan tahun.

Lantaran itu, kelompok hak asasi manusia (HAM) menegaskan penggunaan bom cluster di daerah berpenduduk merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Drone Satpam Presiden...
Drone Satpam Presiden Rusia yang Bikin Israel Mikir Nggak Berani Macam-macam
WhatsApp, Facebook,...
WhatsApp, Facebook, dan Instagram Diblokir Total di Rusia
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Rekomendasi
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Berita Terkini
Bukan Cuma Otomatisasi,...
Bukan Cuma Otomatisasi, Fitur AI Mekari Talenta Dorong HR Jadi Mitra Strategis Bisnis
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Formulasi Berbasis Sains...
Formulasi Berbasis Sains dan Teknologi untuk Regenerasi Kulit Diperkenalkan
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved