Spesifikasi Rudal Anti Kapal P-35 Rusia, Beratnya Mencapai 4 Ton

Kamis, 25 Januari 2024 - 07:06 WIB
loading...
Spesifikasi Rudal Anti...
Rudal anti kapal P-35 Rusia sempat ditembakkan ke Ukraina. (Foto: Drive)
A A A
JAKARTA - Dunia disajikan tontonan mengejutkan dari Rusia yang menembakkan rudal seberat 4 ton ke Ukraina. Meski tidak mengenai sasaran, namun spesifikasi rudal anti kapal P-35 Rusia yang ditembakkan mendadak jadi perbincangan.

Musababnya, rudal tersebut berasal dari era tahun 1960an dengan dimensi panjang 10 meter dan berat mencapai 4 ton. Sasarannya juga bukan kapal, melainkan target di darat di wilayah selatan Ukraina. Rudal ini pun hancur di udara sebelum mencapai sasaran, setelah ditembak misil pertahanan udara Ukraina.

Dari puing-puing yang tersisa, dapat dikenali bahwa itu adalah rudal anti kapal P-35 Rusia. Hal ini tentu sangat mengejutkan mengingat baru pertama kali dilakukan Rusia.

Rudal jadul tentu bukan pilihan strategis untuk menembak sasaran karena akan dengan mudah dipatahkan. Secara sederhana, penggunaan senjata seperti ini menunjukkan upaya putus asa untuk menyebabkan kerusakan, sekalipun kecil.

Baca Juga: 4 Rudal Balistik Antar Benua Andalan Rusia dengan Kekuatan Mengerikan

Spesifikasi rudal anti kapal P-35 Rusia


Rudal anti kapal P-35 Rusia mulai dioperasikan sejak era Uni Soviet pada tahun 1962. Rudal ini memiliki dimensi besar dengan panjang 10 meter dan berat 4 ton.

Dilansir dari Bulgarian Military, Kamis (25/1/2024), meski usianya sudah uzur namun rudal anti kapal P-35 masih digunakan oleh Rusia, terutama di kompleks misil pantai Redut. Pada tahun 2021, diperkirakan militer Rusia masih memiliki 8 unit instalasi.

Selain kompleks Redut, rudal anti kapal P-35 Rusia juga ditempatkan dalam kompleks stasioner Utes, yang juga dikenal sebagai Objek-100. Kompleks ini terdiri dari fasilitas bawah tanah di dekat Balaklava, di mana rudal disimpan di bawah tanah dan hanya diangkat saat siap diluncurkan.

Rusia sebelumnya mengoperasikan dua kompleks ini, yang terletak di Krim dan Pulau Kildin di Laut Barents. Setelah aneksasi Krim, Objek-100 di Krim diaktifkan kembali dan digunakan secara sporadis untuk meluncurkan rudal.

Baca Juga: 6 Jenis Kapal Selam Rusia, Nomor 4 Dibekali 3 Rudal Jelajah Berbeda

Versi 3M44


Rencana modernisasi untuk kompleks-kompleks ini mencakup pemasangan peluncur rudal Onyx dan Zircon . Meskipun rudal anti kapal P-35 Rusia sebelumnya diluncurkan dari kapal rudal Proyek 58, kapal-kapal ini tidak lagi beroperasi. Alhasil, mekanisme peluncuran rudal anti kapal P-35 Rusia dalam serangan terbaru ke Ukraina belum diketahui.

Rudal anti kapal P-35 Rusia, termasuk model terbarunya 3M44 dari tahun 1982, umumnya dianggap usang. Jangkauannya mencapai hingga 300 km atau 460 km untuk model 3M44. Rudal ini mampu melesat dengan kecepatan mencapai hingga 1.800 km/jam atau 2.200 km/jam serta dapat membawa muatan hingga 930 kg.

Dari sisi spesifikasi, Rudal anti kapal P-35 Rusia memiliki bentuk unik mirip cerutu, dengan sayap tinggi dan penstabil vertikal di bagian bawah. Dilengkapi dengan saluran udara di bawah badan pesawat di bagian ekor, rudal ini ditenagai oleh mesin turbojet KRD-26. Rudal diluncurkan dari wadah standar menggunakan dua roket bantu bahan bakar padat.

Jangkauan serangan rudal ditentukan oleh ketinggian dan profil penerbangan. Ini dapat diatur untuk terbang pada ketinggian antara 400 hingga 7000 meter. Bergantung pada ketinggian, rudal dapat menempuh jarak antara minimum 100 kilometer hingga maksimum 300 kilometer.

Baca Juga: Terkuak, Teknologi Rudal Rusia Diselundupkan ke AS

Rudal anti kapal P-35 Rusia dapat mencapai kecepatan terbang maksimum M=1,8 dan dapat membawa muatan peledak tinggi hingga 560 kg atau membawa hulu ledak nuklir setara TNT hingga 20 kiloton.

Sistem panduan menggabungkan perintah radio selama penerbangan awal dengan panduan radar aktif untuk serangan akhir. Operator dapat melacak penerbangan Rudal anti kapal P-35 Rusia menggunakan radar kapal induk, melakukan penyesuaian jalur yang diperlukan. Pada akhirnya, rudal keluar dari jangkauan radar kapal induk dan mengaktifkan mode pencarian radar untuk lari akhir menuju target.

Sistem panduan awalnya beroperasi pada bidang horizontal, menukik ke arah target dengan laju terkendali. Hanya ketika mendekati target, rudal mulai menyesuaikan ketinggiannya. Dalam kondisi yang sesuai, rudal ini juga dapat diarahkan ke target darat dalam lari curam hingga 80 derajat.

Mode otonom rudal anti kapal P-35 Rusia, yang berfungsi secara independen dari kapal induk, juga tersedia. Namun, mode ini lebih rentan terhadap gangguan radio dan tidak dapat memilih target.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Rudal Steel Dome, Perisai...
Rudal Steel Dome, Perisai Baja Berlapis yang Tak Tertembus Guncang Timur Tengah
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Rudal DF-61 Buatan China...
Rudal DF-61 Buatan China Siap Merobek Langit
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rekomendasi
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Berita Terkini
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved