China Rekrut Pasukan Hacker untuk Hadapi Ancaman Asing
Jum'at, 19 Januari 2024 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Menurut analis keamanan siber Dakota Cary, kini setiap unit bisnis yang beroperasi di wilayah China harus melaporkan kelemahan pengkodean kepada pemerintah. Hal ini untuk mengambil langkah lebih lanjut mengatasi kerentanan yang ada.
Cary meyakini persyaratan tersebut telah mendorong kolaborasi dan persaingan di antara lembaga-lembaga tersebut, menghasilkan upaya untuk saling melampaui.
Celah dalam kode perangkat lunak atau situs web dapat membuka peluang peretas mengakses sistem komputer secara remote. Raksasa teknologi seperti Google dan Facebook membayar peretas topi putih untuk menemukan titik-titik ini, yang berpotensi merusak perangkat lunak.
Menurut Cary, sebelum diberlakukannya undang-undang tahun 2021, peneliti China aktif berpartisipasi dalam ekosistem global keamanan perangkat lunak. Mereka berinteraksi dengan perusahaan seperti Microsoft dan Apple melalui sejumlah program dan berkontribusi pada identifikasi serta penyelesaian kerentanan perangkat lunak.
Baca Juga: Microsoft Tuding Hacker China Bersiap Bikin Kacau AS
Cary meyakini persyaratan tersebut telah mendorong kolaborasi dan persaingan di antara lembaga-lembaga tersebut, menghasilkan upaya untuk saling melampaui.
Celah dalam kode perangkat lunak atau situs web dapat membuka peluang peretas mengakses sistem komputer secara remote. Raksasa teknologi seperti Google dan Facebook membayar peretas topi putih untuk menemukan titik-titik ini, yang berpotensi merusak perangkat lunak.
Menurut Cary, sebelum diberlakukannya undang-undang tahun 2021, peneliti China aktif berpartisipasi dalam ekosistem global keamanan perangkat lunak. Mereka berinteraksi dengan perusahaan seperti Microsoft dan Apple melalui sejumlah program dan berkontribusi pada identifikasi serta penyelesaian kerentanan perangkat lunak.
Baca Juga: Microsoft Tuding Hacker China Bersiap Bikin Kacau AS
Lihat Juga :