Mengenal Benua Zealandia yang Tenggelam, Rumah Penguin Kuno
Selasa, 02 Januari 2024 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Gaya geologis menyebabkan perpecahan Gondwana selama periode waktu yang panjang, tetapi dimulai sekitar 180 hingga 200 juta tahun lalu selama periode Jurassic. Proses ini berlanjut selama puluhan juta tahun, dengan daratan-daratan individu perlahan-lahan bergerak terpisah untuk membentuk benua-benua saat ini. Yaitu, Asia, Afrika, Eropa, Amerika Selatan dan Utara, Australia, dan Antartika, sambil membentuk Zealandia sebagai daratan utama yang sebagian besar terendam, dicirikan oleh penipisan kerak akibat perpecahan superbenua .
Baca Juga: Retakan Raksasa Perlahan Membelah Benua Afrika
Mencakup area sekitar 4,9 juta kilometer persegi, Zealandia jauh lebih besar daripada daratan lain. Gambar satelit terkini mengungkap luas yang sangat besar dari benua kedelapan ini, hampir menyaingi ukuran Australia. Menariknya, sekitar 94% dari benua ini terendam di bawah air Samudera Pasifik barat daya, meninggalkan hanya Selandia Baru, Kaledonia Baru, dan puncak-puncak kecil sebagai sisa-sisanya.
Untuk mengklasifikasikan Zealandia sebagai benua, ahli geologi mempertimbangkan lebih dari sekadar ukuran dan lokasinya. Zealandia memiliki kerak benua, berbeda dari dasar laut, dan keberagaman geologis yang menyaingi benua-benua lainnya.
Upaya pemetaan terkini telah mengungkapkan dataran tinggi, punggungan, dan batas tempat benua bertemu dengan laut - aspek yang sebagian besar tidak diketahui untuk benua-benua lain. Pada dasarnya, benua kedelapan adalah saudara dari Antartika, berbagi sejarah yang lama terpendam di bawah laut. Karakteristik geologis Zealandia membuatnya menjadi benua yang hakiki, meskipun sebagian besar terletak di bawah gelombang.
Baca Juga: 6 Fakta Menarik Sundaland, Benua yang Hilang di Nusantara
Selama jutaan tahun, Zealandia mengalami transformasi yang signifikan. Ia mulai sebagai bagian dari daratan yang lebih besar, tetapi seiring gaya tektonik menariknya, ia mulai tenggelam di bawah permukaan air. Proses ini berlanjut hingga sekitar 25 juta tahun lalu ketika benua kedelapan mengambil posisi terendam saat ini.
Peningkatan kerak menciptakan pegunungan dan pulau, membentuk geografi yang unik. Menariknya, Selandia Baru, bagian dari Zealandia, berhasil tetap sebagian di atas permukaan air sepanjang sejarah bergejolak ini.
Meskipun banyak pertanyaan tentang sejarah geologis Zealandia dan peranannya dalam perpecahan Gondwana masih belum terjawab, penyelesaian peta benua ini merupakan tonggak penting. Data yang dikumpulkan tidak hanya akan meningkatkan pemahaman tentang masa lalu dinamis Bumi, tetapi juga akan menerangi evolusi flora dan fauna. Termasuk spesies penguin kuno yang pernah berkeliaran di Zealandia.
Baca Juga: Retakan Raksasa Perlahan Membelah Benua Afrika
3. Ukuran Zealandia
Mencakup area sekitar 4,9 juta kilometer persegi, Zealandia jauh lebih besar daripada daratan lain. Gambar satelit terkini mengungkap luas yang sangat besar dari benua kedelapan ini, hampir menyaingi ukuran Australia. Menariknya, sekitar 94% dari benua ini terendam di bawah air Samudera Pasifik barat daya, meninggalkan hanya Selandia Baru, Kaledonia Baru, dan puncak-puncak kecil sebagai sisa-sisanya.
4. Teka-Teki Zealandia
Untuk mengklasifikasikan Zealandia sebagai benua, ahli geologi mempertimbangkan lebih dari sekadar ukuran dan lokasinya. Zealandia memiliki kerak benua, berbeda dari dasar laut, dan keberagaman geologis yang menyaingi benua-benua lainnya.
Upaya pemetaan terkini telah mengungkapkan dataran tinggi, punggungan, dan batas tempat benua bertemu dengan laut - aspek yang sebagian besar tidak diketahui untuk benua-benua lain. Pada dasarnya, benua kedelapan adalah saudara dari Antartika, berbagi sejarah yang lama terpendam di bawah laut. Karakteristik geologis Zealandia membuatnya menjadi benua yang hakiki, meskipun sebagian besar terletak di bawah gelombang.
Baca Juga: 6 Fakta Menarik Sundaland, Benua yang Hilang di Nusantara
5. Pembentukan Zealandia
Selama jutaan tahun, Zealandia mengalami transformasi yang signifikan. Ia mulai sebagai bagian dari daratan yang lebih besar, tetapi seiring gaya tektonik menariknya, ia mulai tenggelam di bawah permukaan air. Proses ini berlanjut hingga sekitar 25 juta tahun lalu ketika benua kedelapan mengambil posisi terendam saat ini.
Peningkatan kerak menciptakan pegunungan dan pulau, membentuk geografi yang unik. Menariknya, Selandia Baru, bagian dari Zealandia, berhasil tetap sebagian di atas permukaan air sepanjang sejarah bergejolak ini.
6. Mengungkap Masa Lalu dan Masa Depan
Meskipun banyak pertanyaan tentang sejarah geologis Zealandia dan peranannya dalam perpecahan Gondwana masih belum terjawab, penyelesaian peta benua ini merupakan tonggak penting. Data yang dikumpulkan tidak hanya akan meningkatkan pemahaman tentang masa lalu dinamis Bumi, tetapi juga akan menerangi evolusi flora dan fauna. Termasuk spesies penguin kuno yang pernah berkeliaran di Zealandia.
(msf)
Lihat Juga :