Terungkap, Sungai Gas Misterius yang Mengalir ke Bima Sakti Berisi Gugusan Bintang

Sabtu, 02 Desember 2023 - 22:07 WIB
loading...
Terungkap, Sungai Gas...
Fenomena sungai gas yang mengalir ke galaksi Bima. (Foto: Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics)
A A A
JAKARTA - Fenomena sungai gas yang mengalir ke galaksi Bima Sakti telah membingungkan para astronom selama beberapa dekade. Belakangan, jawabannya telah terpecahkan. Hal itu berkat jasa teleskop Magellan Baade di Observatorium Las Campanas di Chile.

Berdasarkan penelitian yang sudah ada, aliran gas hidrogen keluar dari awan Magellan Besar dan Magellan Kecil, dua galaksi kecil yang terletak di pinggiran Bima Sakti. Isi dari aliran ini, yang disebut sebagai Magellanic Stream, telah menjadi misteri selama beberapa dekade. Namun sekarang, untuk pertama kalinya, tim peneliti mengungkap adanya bintang-bintang di dalam awan gas aliran ini. Penemuan ini tidak hanya akan membantu memahami evolusi galaksi asal Magellanic Stream, tetapi juga distribusi materi di Bima Sakti.

Para astronom Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics menemukan bintang-bintang tersebut menggunakan Teleskop Magellan Baade berukuran 6,5 meter di Observatorium Las Campanas di Chile. Dengan bantuan peta rinci Bima Sakti, yang dibuat oleh teleskop luar angkasa Gaia milik Badan Antariksa Eropa, para peneliti fokus pada 200 bintang yang berada di bagian terjauh galaksi kita, searah dengan Magellanic Stream.

Mereka menganalisis spektrum cahaya yang dipancarkan oleh bintang-bintang itu dan menemukan komposisi kimia dari 13 subjek cocok dengan Magellanic Clouds. Pengukuran juga menunjukkan 13 bintang tersebut berjarak 150.000 hingga 400.000 tahun cahaya dari Bumi, sekitar jarak yang diharapkan dari Magellanic Stream.

Baca Juga: Hotel Luar Angkasa Pertama Segera Dibuka

Magellanic Stream, yang awalnya ditemukan pada tahun 1970-an, meluas di wilayah langit selatan setara dengan ukuran 300 bulan purnama jika dilihat dari Bumi. Namun, meskipun besar, diperlukan peralatan khusus untuk melihatnya.

Para astronom berpikir gas yang membentuk aliran ini terlepas dari galaksi kerdil oleh tarikan gravitasi Bima Sakti. Pengamatan baru ini dapat mengungkapkan lebih banyak tentang sifat aliran ini dan membantu ilmuwan yang berusaha memahami bagaimana interaksinya dengan galaksi Bima Sakti.

Saat ini, para ilmuwan mengatakan, aliran ini tampak semacam jatuh ke Bima Sakti. "Dengan hasil-hasil seperti ini kami berharap mendapatkan pemahaman jauh lebih jauh tentang pembentukan Magellanic Stream dan Magellanic Clouds, serta interaksi masa lalu dan masa depan mereka dengan galaksi kita," kata Charlie Conroy, Profesor Astronomi di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CfA).

Tidak seperti Magellanic Stream, Magellanic Clouds telah dikenal umat manusia sejak zaman kuno karena dapat terlihat dengan mata telanjang. Namun, para astronom masih memiliki banyak pertanyaan tentang asal usul dua galaksi ini, yang tampaknya berbenturan dengan Bima Sakti.

Baca Juga: Apakah Tanaman Dapat Tumbuh di Luar Angkasa?

Pemetaan dan pemodelan Magellanic Stream akan membantu para astronom memajukan pemahaman tentang galaksi sumbernya, yang diyakini menelusuri lintasan masa lalunya.

Para ilmuwan berpikir ketika gas hidrogen dari aliran sungai gas ini jatuh ke Bima Sakti , menciptakan kondisi yang tepat untuk pembentukan bintang. Dengan menganalisis data, para peneliti juga menemukan aliran ini sekitar dua kali lebih masif dari perkiraan sebelumnya, yang berarti Bima Sakti harus menyerap lebih banyak gas daripada perhitungan sebelumnya.

"Magellanic Stream adalah sumber utama kalori bintang untuk Bima Sakti," kata Ana Bonaca, salah satu penulis studi ini dan mantan peneliti pasca doktoral di CfA, yang sekarang menjadi ilmuwan staf di Carnegie Observatories.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
Sosok Renaldy Pujiansyah:...
Sosok Renaldy Pujiansyah: Bangun Sistem, Gerakkan Bisnis, dan Bawa Visi Besar Industri Kreatif Indonesia
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
3 Astronot Terjebak...
3 Astronot Terjebak di Stasiun Luar Angkasa, China Luncurkan Misi Penyelamatan
Rekomendasi
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
Berita Terkini
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Akhirnya, Trio Maple...
Akhirnya, Trio Maple Haven Bisa Dikendalikan Langsung Lewat Game Mobile
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved