Militer Israel Terkejut dengan Kecanggihan Teknologi Terowongan Hamas

Sabtu, 02 Desember 2023 - 18:10 WIB
loading...
Militer Israel Terkejut...
Terowongan Hamas yang penuh dengan jebakan serta serangan tak terduga dari para militan membuat perang di Gaza diperkirakan akan berlangsung lama. (Foto: News Week)
A A A
JAKARTA - Agresi militer Israel di Gaza untuk sementara memasuki fase gencatan senjata, namun diperkirakan perang akan segera berlanjut.

Dengan segala keunggulan sumber daya manusia dan dukungan senjata canggih, faktanya tentara Israel masih ketar-ketir menghadapi para pejuang Hamas. Ditambah lagi, teror terowongan Hamas yang membentang luas jauh di bawah tanah Jalur Gaza.

Teknologi terowongan Hamas yang penuh dengan jebakan serta serangan tak terduga dari para militan membuat perang di Gaza diperkirakan akan berlangsung lama. Unsur kejutan dan kekuatan tak terduga dari para pejuang Hamas membuat pasukan Israel cemas.

Dilansir dari News Week, Sabtu (2/12/2023), seorang perwira insinyur militer Israel (IDF) mengaku terkejut dengan lingkup luas dan kecanggihan teknologi terowongan Hamas di Gaza.

"Kami tahu inilah yang kami harapkan untuk dilihat, tetapi saya tidak mengharapkan terowongan ini begitu kuat, ada banyak beton, tangga, dan persimpangan di dalam terowongan ini. Saya kira itu akan sedikit lebih primitif, tetapi ini benar-benar canggih," katanya.

Baca Juga: Israel Selesai Bangun Dinding Besi Anti-Terowongan Hamas di Sekitar Gaza

Dia menjelaskan, pasukan Israel biasanya tidak berani masuk ke dalam terowongan bawah tanah Hamas. Namun, dalam beberapa kesempatan tertentu mereka terpaksa menjelajahinya tentu dengan taruhan nyawa. "Kami biasanya tidak masuk, tetapi kami menjelajahinya, dan kami melihatnya, jadi ini benar-benar mengejutkan," katanya.

Jalur Gaza dikenal memiliki jaringan terowongan bawah tanah yang luas, bahkan sejak masa hampir empat dekade pendudukan Israel. Ketika Hamas mengambil alih wilayah tersebut pada 2007 setelah penarikan diri IDF dan konflik berdarah dengan Fatah yang berbasis di Tepi Barat, jaringan terowongan ini berkembang signifikan.

"Itulah jalur kehidupan. Ketika Israel masih mengontrol Jalur Gaza, kami melakukan operasi terhadap terowongan penyelundupan ini, dan itu bukan hanya barang-barang militer, juga barang-barang sipil, tetapi sebagian besar militer. Dan setelah Israel pergi, itu hanya menjadi semakin menjadi jalur hidup mereka," kata salah seorang perwira militer Israel.

Sekarang, terowongan bawah tanah ini merupakan aset utama Hamas dan menjadi tantangan berat bagi Israel untuk menaklukkannya. Terowongan Hamas memiliki ratusan atau bahkan ribuan lubang dengan banyak rute yang didesain untuk pertahanan dan titik penyerangan, serta distribusi senjata dan barang-barang lainnya.

Baca Juga: Investigasi Mentahkan Klaim Israel Terowongan Hamas di Bawah RS Gaza

Israel menuduh sejumlah fasilitas sipil seperti rumah sakit dan tempat ibadah terhubung dengan terowongan ini. Alhasil operasi militer sebelum genjatan senjata menyasar rumah sakit yang penuh dengan pasien dan tempat ibadah termasuk gereja. Aksi keji Israel ini pun menuai kecaman dunia.

Sementara Hamas berulang kali membantah membangun atau menggunakan terowongan di bawah rumah sakit atau situs sipil lainnya yang dilindungi oleh hukum internasional.

Hamas menuduh Israel menyebarkan tipu daya di balik kekejian menyerang rumah sakit dan tempat ibadah. Hingga kini, tercatat serangan Israel di Gaza mengakibatkan lebih dari 15.000 warga Palestina meninggal dunia. Mayoritas korban adalah warga sipil, termasuk wanita, anak-anak dan balita.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Intelijen AS Sebut Iran...
Intelijen AS Sebut Iran Siapkan Drone yang Lebih Canggih dari yang Ada Sekarang
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Rekomendasi
Eksepsi/Perlawanan Dokter...
Eksepsi/Perlawanan Dokter Tifa Dikabulkan Hakim: Bagaimana Nasib Perkara Ijazah Jokowi?
Mantan Koordinator Pusat...
Mantan Koordinator Pusat BEM SI Dukung Penuntasan Kasus Eks Jampidsus
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Berita Terkini
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved