Teleskop James Webb Temukan Planet Berbulu dengan Awan Pasir Aneh

Kamis, 16 November 2023 - 05:45 WIB
loading...
Teleskop James Webb...
Tim astronom Eropa menggunakan observasi dari teleskop luar angkasa James Webb (JWST) menemukan planet baru berbulu dengan awan pasir yang aneh. Foto/NASA/ESA
A A A
BRUSSELS - Tim astronom Eropa menggunakan observasi dari teleskop luar angkasa James Webb (JWST) menemukan planet baru berbulu dengan awan pasir yang aneh. Planet ekstrasurya yang berlokasi di WASP-107b berjarak sekitar 212 tahun cahaya dengan Bumi.

Planet ekstrasurya WASP-107b adalah salah satu planet dengan kepadatan terendah yang diketahui para astronom, terkadang disamakan dengan komet. Planet ini kira-kira berukuran sama dengan Jupiter, tetapi massanya hanya 12%.

WASP-107b berjarak sekitar 200 tahun cahaya dari Bumi, dan hanya membutuhkan waktu enam hari untuk mengorbit bintang asalnya. Struktur bintangnya sedikit lebih dingin dan kurang masif dibandingkan matahari.

Baca juga; Lebih Besar dan Lebih Panas dari Bumi, 2 Planet Misterius Ini Akan Diamati Teleskop James Webb

Para peneliti menemukan uap air, sulfur dioksida, dan bahkan awan pasir silikat berada di atmosfer planet aneh ini. Studi baru ini diharapkan dapat berdampak pada pemahaman ilmuwan tentang kimia yang terdapat pada planet-planet jauh.

Kepadatan planet yang rendah, atau fluffiness, memungkinkan para astronom untuk melihat atmosfer planet 50 kali lebih dalam. Bahkan lebih padat dibandingkan planet yang lebih padat, seperti Jupiter.
Teleskop James Webb Temukan Planet Berbulu dengan Awan Pasir Aneh


Penemuan awal sulfur dioksida (bau yang dikeluarkan saat Anda menyalakan korek api) mengejutkan para astronom. Hal ini karena bintang induk WASP-107b memancarkan foton cahaya berenergi tinggi dalam jumlah yang relatif kecil.

Namun, kepadatan planet yang rendah berarti foton-foton ini dapat menembus jauh ke dalam atmosfer WASP-107b, menyebabkan reaksi kimia yang menghasilkan sulfur dioksida. Selain sulfur dioksida, para astronom juga mencatat adanya awan di ketinggian yang terdiri dari partikel silikat halus – pada dasarnya, pasir berbutir sangat halus.

Baca juga; Bikin Penasaran Ilmuwan, Sinar Misterius Keluar dari Planet Uranus

Para peneliti menduga awan pasir terbentuk dengan cara yang mirip dengan uap air dan awan di Bumi, hanya saja dengan tetesan pasir. Ketika tetesan hujan pasir mengembun dan jatuh, mereka bertemu dengan lapisan yang sangat panas di dalam planet.

Kemudian, mereka menjadi uap silikat dan dipindahkan kembali ke tempat mereka mengembun kembali untuk membentuk awan sekali lagi. “JWST merevolusi karakterisasi planet ekstrasurya, memberikan wawasan yang belum pernah ada sebelumnya dengan kecepatan luar biasa,” kata Leen Decin dari Katholieke Universiteit Leuven di Belgia, Kamis (16/11/2023).

Pengamatan dilakukan menggunakan Instrumen Inframerah Tengah (MIRI) JWST. Ini adalah sebuah spektograf yang dapat menyelidiki atmosfer planet dalam panjang gelombang inframerah tengah atau pencari panas. Makalah tersebut diterbitkan di jurnal Nature pada Rabu 15 November 2023.

“Penemuan awan pasir, air, dan sulfur dioksida di planet ekstrasurya yang berbulu halus ini merupakan tonggak penting. Penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang pembentukan dan evolusi planet, serta memberikan petunjuk baru tentang tata surya kita,” tambah Decin.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Jejak Molekuler Aneh...
Jejak Molekuler Aneh Ungkap Petunjuk tentang Kehidupan di Luar Angkasa
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Rekomendasi
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved