Astronom Ajukan Fatwa Astofotografi untuk Tentukan Awal Ramadhan dan Idul Fitri
Kamis, 09 November 2023 - 18:49 WIB
loading...
A
A
A
"Hanya beberapa frame dari sabit yang diambil secara cepat berturut-turut. Teknologi yang digunakan dalam astofotografi begitu kuat sehingga sabit bulan terlihat bahkan di siang hari."
Dalam pidato pembukaan di konferensi ini, Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan, Menteri Toleransi dan Kehidupan Bersama, menyatakan konferensi ini menghadirkan para cendekiawan muslim dan pakar ilmu pengetahuan berpengalaman. Hal ini sejalan dengan komitmen Uni Emirat Arab untuk mendukung semua inisiatif konstruktif.
Dengan judul 'Menuju Konseptualisasi Syariah dari Perkembangan Ilmiah: Metodologi Peradaban, Aplikasi Dunia Nyata, dan Etika Keberlanjutan', konferensi dua hari ini akan menghadirkan lebih dari 160 cendekiawan, tokoh ilmiah, dan intelektual, yang mewakili lebih dari 50 negara, ditambah 71 lembaga Fatwa dari seluruh dunia. Konferensi ini akan menyediakan platform untuk pertukaran pengalaman dan pengetahuan antara institusi Fatwa.
Sementara itu, seorang peserta menekankan perlunya mengeluarkan fatwa baru tetapi memperingatkan agar tidak tergesa-gesa. "Kita perlu memiliki aturan nyata untuk menemukan solusi untuk krisis yang sedang kita hadapi sekarang," kata Dr Qays Mohammed Al Shaik Mubarak, Profesor di departemen Studi Islam di Universitas Raja Faisal.
"Namun, orang memberikan fatwa tetapi tidak mengikuti aturan. Fatwa harus didasarkan pada lebih dari satu aliran pemikiran fikih. Kami melihat pendapat dan pendekatan kolektif."
Konferensi Penting
Dalam pidato pembukaan di konferensi ini, Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan, Menteri Toleransi dan Kehidupan Bersama, menyatakan konferensi ini menghadirkan para cendekiawan muslim dan pakar ilmu pengetahuan berpengalaman. Hal ini sejalan dengan komitmen Uni Emirat Arab untuk mendukung semua inisiatif konstruktif.
Dengan judul 'Menuju Konseptualisasi Syariah dari Perkembangan Ilmiah: Metodologi Peradaban, Aplikasi Dunia Nyata, dan Etika Keberlanjutan', konferensi dua hari ini akan menghadirkan lebih dari 160 cendekiawan, tokoh ilmiah, dan intelektual, yang mewakili lebih dari 50 negara, ditambah 71 lembaga Fatwa dari seluruh dunia. Konferensi ini akan menyediakan platform untuk pertukaran pengalaman dan pengetahuan antara institusi Fatwa.
Sementara itu, seorang peserta menekankan perlunya mengeluarkan fatwa baru tetapi memperingatkan agar tidak tergesa-gesa. "Kita perlu memiliki aturan nyata untuk menemukan solusi untuk krisis yang sedang kita hadapi sekarang," kata Dr Qays Mohammed Al Shaik Mubarak, Profesor di departemen Studi Islam di Universitas Raja Faisal.
"Namun, orang memberikan fatwa tetapi tidak mengikuti aturan. Fatwa harus didasarkan pada lebih dari satu aliran pemikiran fikih. Kami melihat pendapat dan pendekatan kolektif."
(msf)
Lihat Juga :