Berdarah Minangkabau, Ini Sosok Orang Pertama yang Puasa di Luar Angkasa
Kamis, 14 Maret 2024 - 14:43 WIB
loading...
Sheikh Muszaphar Shukor menahbiskan diri sebagai orang pertama yang puasa Ramadan di luar angkasa. (Foto: NASA)
A
A
A
JAKARTA - Sheikh Muszaphar Shukor menahbiskan diri sebagai atronot pertama yang puasa Ramadan di luar angkasa. Astronot muslim asal Malaysia itu menjelajah ke luar angkasa untuk misi sepuluh hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Di sana ia melakukan eksperimen yang berkaitan dengan karakteristik dan pertumbuhan sel kanker hati dan leukemia. Selain itu juga meneliti pengaruh mikro gravitasi dan radiasi ruang angkasa terhadap sel dan mikrop hingga tes protein terhadap HIV untuk pengembangan vaksin AIDS.
Sheikh Muszaphar Shukor yang juga berdarah Minangkabau ini meluncur pada 10 Oktober 2007 dengan menggunakan pesawat Soyuz buatan Rusia. Penerbangannya ini bertepatan dengan bulan yang sangat istimewa bagi umat muslim, yakni bulan suci Ramadan.
Sebagai seorang astronot muslim , Sheikh Muszaphar Shukor bertekad untuk tetap menjalankan ibadah puasa di tengah kewajibannya menyukseskan misi luar angkasa. Hal ini ia lakukan meskipun Dewan Fatwa Nasional Malaysia telah berfatwa bahwa misi luar angkasa menjadi pengecualian untuk menunaikan ibadah puasa.
Baca Juga: Astronot UEA Sultan Al-Neyadi akan Jalani Puasa Ramadan di Luar Angkasa
Di sana ia melakukan eksperimen yang berkaitan dengan karakteristik dan pertumbuhan sel kanker hati dan leukemia. Selain itu juga meneliti pengaruh mikro gravitasi dan radiasi ruang angkasa terhadap sel dan mikrop hingga tes protein terhadap HIV untuk pengembangan vaksin AIDS.
Sheikh Muszaphar Shukor yang juga berdarah Minangkabau ini meluncur pada 10 Oktober 2007 dengan menggunakan pesawat Soyuz buatan Rusia. Penerbangannya ini bertepatan dengan bulan yang sangat istimewa bagi umat muslim, yakni bulan suci Ramadan.
Sebagai seorang astronot muslim , Sheikh Muszaphar Shukor bertekad untuk tetap menjalankan ibadah puasa di tengah kewajibannya menyukseskan misi luar angkasa. Hal ini ia lakukan meskipun Dewan Fatwa Nasional Malaysia telah berfatwa bahwa misi luar angkasa menjadi pengecualian untuk menunaikan ibadah puasa.
Baca Juga: Astronot UEA Sultan Al-Neyadi akan Jalani Puasa Ramadan di Luar Angkasa
Lihat Juga :