Mengenal AI Generatif dan Dampaknya Terhadap Keamanan Siber di Indonesia

Selasa, 07 November 2023 - 15:20 WIB
loading...
Mengenal AI Generatif...
AI Generatif semakin populer penggunaannya dan bahkan bisa berdampak besar terhadap keamanan siber. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Istilah AI generatif belakangan semakin populer. Bahkan, ternyata punya hubungan erat dengan keamanan siber . Seperti apa?

Faktanya, pelaku kejahatan siber terus menerus mengembangkan tipu muslihat baru. Presdir IBM Indonesia Roy Kosasih mengatakan, generatif AI (GAI) dapat mempersenjatai tim keamanan siber dan membantu mereka manajemen pengelolaan keamanan.

Termasuk Indonesia, yang tengah bergulat dengan tantangan keamanan siber, seiring meningkatnya potensi kebocoran aset data. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan tidak kurang 976,5 juta serangan siber telah terjadi hanya pada 2022 saja.

“Ini karena kemampuan GAI mendeteksi kemungkinan terjadi ancaman, memitigasi serangan, dan kemudian memproteksi sistem dari serangan-serangan yang semakin kreatif dan juga canggih,” ungkapnya.

Menurut Roy, dengan banyaknya kasus serangan siber di Indonesia, sangat penting bagi organisasi untuk selalu memperhatikan keamanan data mereka.
Apa itu AI generatif? AI generative adalah jenis kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan konten baru, seperti teks, gambar, atau suara.

AI Generatif bekerja dengan mempelajari pola dari data yang ada, kemudian menggunakan pola tersebut untuk menghasilkan konten baru yang mirip dengan data yang telah dipelajari. Publik mengenal aplikasi AI generatif, salah satunya seperti ChatGPT.

Menurut Roy, di masa depan AI Generatif penting untuk mengelola tugas keamanan yang berulang seperti merangkum peringatan dan analisis akan meringankan beban kerja tim untuk untuk mengatasi masalah yang lebih strategis.

“GAI dapat menghasilkan konten keamanan seperti deteksi, alur kerja, dan kebijakan lebih cepat daripada manusia, sehingga mempercepat implementasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan ancaman keamanan secara real-time,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyebut GAI juga dapat mempelajari dan membuat respons aktif yang dioptimalkan dari waktu ke waktu, dengan kemampuan untuk menemukan semua insiden serupa, memperbarui semua sistem yang terpengaruh, dan memperbaiki semua kode yang rentan.

“Pada akhirnya, kita tidak dapat menghentikan pelaku serangan siber untuk menyerang kita, tetapi kita dapat mengetahui bahwa mereka telah menyerang kita, dan kemudian kita dapat mengambil tindakan terbaik dan tercepat untuk memperbaikinya,” ungkapnya.

AI, menurut Roy, akan jadi media percepatan untuk meningkatkan produktivitas. keamanan perusahaan, dengan mengatasi hambatan manusia dalam tim pengelola keamanan dan meningkatkan kecepatan dan deteksi dan respons ancaman siber.

Baca Juga: Daftar HP Samsung yang Dapat Update OneUI 6.0

Undang-undang Data Pribadi

Untuk meningkatkan kesadaran terhadap masalah keamanan siber dan pelindungan data pribadi, Pemerintah Indonesia sebenarnya telah mengesahkan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi di 2022.

UU tersebut akan berlaku dan mengikat secara hukum kepada bisnis lokal dan juga perusahaan-perusahaan internasional yang menangani data konsumen Indonesia.

UU itu juga bertujuan untuk melindungi data pribadi, serta akan membantu meningkatkan dan memfasilitasi peningkatan literasi terhadap pelindungan data pribadi di Indonesia.

Selain itu, terbitnya Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2023 tentang Strategi Keamanan Siber Nasional dan Manajemen Krisis Siber diharapkan dapat menciptakan ruang siber yang terbuka, aman, stabil, bertanggung jawab dan dapat menangkal ancaman kebocoran datadiIndonesia.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SUSECON 2026, SUSE Perkuat...
SUSECON 2026, SUSE Perkuat Penawaran Open Source dan Inovasi Produk Berbasis Agen
Geger Laporan IDC: 60%...
Geger Laporan IDC: 60% Perusahaan Dunia Buang Laptop Lama demi AI PC!
Ponsel ChatGPT Akan...
Ponsel ChatGPT Akan Segera Diluncurkan, Ini Bocorannya
Rumah Bos OpenAI Sam...
Rumah Bos OpenAI Sam Altman Dilempar Bom Molotov, Ini Akar Masalahnya
Sam Altman Akui Kesepakatan...
Sam Altman Akui Kesepakatan Militer Ceroboh, Tingkat Uninstall OpenAI Naik 200 Persen
Batal Suntik Rp1.680...
Batal Suntik Rp1.680 Triliun, Nvidia Tutup Keran Dana Raksasa untuk OpenAI Tahun Ini
Membangun Tata Kelola...
Membangun Tata Kelola Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Manusia di Era AI Generatif
Tolak Beli TikTok, Elon...
Tolak Beli TikTok, Elon Musk Justru Tertarik Memiliki OpenAI
Lensa Kontak Berbahan...
Lensa Kontak Berbahan Silicone Hydrogel Hadir Pertama di Dunia
Rekomendasi
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved