Batal Suntik Rp1.680 Triliun, Nvidia Tutup Keran Dana Raksasa untuk OpenAI Tahun Ini
Jum'at, 06 Maret 2026 - 10:51 WIB
loading...
CEO Nvidia Jensen Huang memastikan suntikan dana sebesar USD30 miliar (Rp504 triliun) untuk OpenAI akan menjadi investasi terakhir mereka sebelum pembuat ChatGPT tersebut melantai di bursa saham. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - CEO Nvidia, Jensen Huang secara mengejutkan menyatakan bahwa investasi terbarunya senilai USD30 miliar (Rp504 triliun) ke pembuat ChatGPT, OpenAI, kemungkinan besar akan menjadi yang terakhir sebelum perusahaan startup kecerdasan buatan (AI) tersebut melantai di bursa saham menjelang akhir tahun ini.
Pernyataan krusial ini disampaikan oleh Huang saat berbicara di panggung Morgan Stanley Technology, Media & Telecom Conference belum lama ini.
Langkah Nvidia untuk "tutup dompet" ini ternyata memiliki alasan khusus. "Alasan (mengapa ini yang terakhir) adalah karena mereka akan segera go public," tegas Huang.
Ketika OpenAI telah resmi melakukan penawaran umum perdana (IPO), mereka akan bertumpu pada dana segar dari investor publik di pasar saham, sehingga ketergantungan pada suntikan dana eksklusif dari segelintir raksasa teknologi akan berakhir.
Kini, Huang mengakui bahwa peluang mewujudkan angka Rp1.680 triliun tersebut kemungkinan besar "tidak akan terjadi".
Batalnya rencana raksasa ini sebenarnya telah menunjukkan sinyal bahaya sejak beberapa bulan terakhir setelah memicu spekulasi panjang terkait ruang lingkup hubungan kedua perusahaan.
Pernyataan krusial ini disampaikan oleh Huang saat berbicara di panggung Morgan Stanley Technology, Media & Telecom Conference belum lama ini.
Langkah Nvidia untuk "tutup dompet" ini ternyata memiliki alasan khusus. "Alasan (mengapa ini yang terakhir) adalah karena mereka akan segera go public," tegas Huang.
Ketika OpenAI telah resmi melakukan penawaran umum perdana (IPO), mereka akan bertumpu pada dana segar dari investor publik di pasar saham, sehingga ketergantungan pada suntikan dana eksklusif dari segelintir raksasa teknologi akan berakhir.
Angka Fantastis yang "Dibekukan"
Keputusan ini meruntuhkan mimpi besar yang sempat digaungkan pada bulan September tahun lalu. Saat itu, Nvidia dan OpenAI merancang kesepakatan infrastruktur bernilai USD100 miliar (Rp 1.680 triliun), di mana Nvidia dijadwalkan menyuntikkan dana secara bertahap seiring beroperasinya fasilitas superkomputer baru.Kini, Huang mengakui bahwa peluang mewujudkan angka Rp1.680 triliun tersebut kemungkinan besar "tidak akan terjadi".
Batalnya rencana raksasa ini sebenarnya telah menunjukkan sinyal bahaya sejak beberapa bulan terakhir setelah memicu spekulasi panjang terkait ruang lingkup hubungan kedua perusahaan.
Lihat Juga :