Kehebatan Senapan Mesin Jadul Ukraina, Sempat Jadi Bahan Tertawaan Rusia

Kamis, 26 Oktober 2023 - 18:27 WIB
loading...
Kehebatan Senapan Mesin...
Prajurit Ukraina masih menggunakan senapan mesin Maxim M1910 yang sudah berusia 140 tahun. (Foto: The Daily Digest)
A A A
JAKARTA - Para prajurit Ukraina di garis depan menggunakan senapan mesin Maxim M1910 yang sudah berusia 140 tahun untuk menghadapi Rusia. Hal ini sempat menjadi bahan tertawaan Rusia, namun belakangan hal tersebut menjadi bumerang.

Senjata dari era perang masa lalu itu terbukti efektif dalam menghancurkan musuh, seperti bom dan sistem artileri modern canggih Ukraina lainnya.

Dikutip dari The Daily Digest, Kamis (26/10/2023), berikut fakta-fakta menarik tentang senapan mesin Maxim M1910 yang digunakan tantara Ukraina.

1. Digunakan sejak Perang Dunia I


Maxim M1910 adalah senjata mesin berat yang pertama kali digunakan oleh Kekaisaran Rusia selama Perang Dunia I. Dengan berat 150 pound, serta soket roda dua dan perisai senjata yang unik, Maxim memiliki gabungan teknologi dan estetika.

Baca Juga: 4 Senjata Ukraina Paling Canggih untuk Melawan Rusia

2. Diolok-olok Rusia


Media Rusia memperolok-olok penggunaan Maxim di medan perang, tetapi senjata mesin ini ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan senjata modern. Maxim dapat memuntahkan tembakan dalam jangka waktu yang sangat lama tanpa henti.

3. Ditemukan pada 1883


Senjata mesin Maxim asli dirancang pada tahun 1883 oleh penemu Amerika-Britania Hiram Maxim, dan desainnya termasuk laras yang didinginkan air. Inilah yang memungkinkan senjata ini menembak dalam jangka waktu lama tanpa panas berlebihan, yang membuatnya sangat berguna.

Sementara senjata mesin modern tidak memiliki kemampuan yang sama untuk menembak secara terus-menerus pada pasukan musuh yang maju. Misalnya, senjata mesin Rusia PKM tidak memiliki sistem pendinginan air, dan larasnya akan mulai berubah bentuk jika dipakai menembak secara terus-menerus selama lebih dari satu menit.

4. Medan perang Ukraina Vs Rusia mirip PD I


Pertempuran antara Ukraina dan Rusia dianggap mirip dengan Perang Dunia I. Kedua belah pihak terlibat dalam perang yang melibatkan parit, serangan artileri tanpa henti, dan mobilisasi prajurit dalam jumlah besar.

Dalam lingkungan seperti ini, senjata dari era PD I terbukti berguna ketika pasukan Ukraina menghadapi serangan bergelombang Rusia di garis depan.

5. Secara teoretis, bisa menembak tanpa batas


Maxim M1910 yang terawatt dan dalam kondisi prima secara teoretis bisa menembak tanpa henti selama prajurit yang mengoperasikannya terus memberi amunisi dan air, untuk mendinginkan.

6. Modifikasi Maxim


Militer Ukraina memodifikasi senjata mesin Maxim yang sudah tua agar tetap efektif di medan perang. Dari laporan media setempat, tampak para prajurit Ukraina telah memodifikasi senjatanya dengan optik modern, serta kolb dan peredam suara.

Baca Juga: 3 Senjata Rusia yang Paling Ditakuti Tentara Ukraina

7. Dipakai melawan drone


Maxim M1910 tidak hanya efektif digunakan melawan infanteri. Senjata ini juga telah dimodifikasi untuk menjadi senjata mesin anti-drone untuk menembak drone Rusia .

8. Ditempatkan pada posisi defensif


Senjata Maxim Ukraina ditempatkan di posisi defensif tetap, sehingga tidak mungkin senjata ini digunakan dalam serangan balik yang masih berlangsung di bagian timur dan selatan negara ini.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Bongkar Teknologi Rudal...
Bongkar Teknologi Rudal Siluman Su-57 yang Timbulkan Masalah di Ukraina
Drone Satpam Presiden...
Drone Satpam Presiden Rusia yang Bikin Israel Mikir Nggak Berani Macam-macam
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
Berita Terkini
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved