Kematian Massal Paus Abu-abu Terungkap, Ternyata Terkait Pencairan Es di Arktik

Rabu, 18 Oktober 2023 - 18:47 WIB
loading...
A A A
Tutupan es laut dan jumlah makanan yang tersedia bagi paus abu-abu dapat menentukan bagaimana keadaan populasinya. Lapisan es yang lebih tinggi dari biasanya dalam beberapa tahun mungkin menghalangi perjalanan ke laut Bering dan Chukchi, tempat paus menghabiskan bulan-bulan musim panas dengan memakan krustasea berlemak sebelum bermigrasi lagi ke selatan.

Baca juga; Terekam Drone, 60 Hiu Mencabik-cabik Paus Bungkuk yang Mati di Pantai Australia

“Ketika ketersediaan mangsanya di Arktik rendah dan paus tidak dapat mencapai daerah mencari makan karena es laut, populasi paus abu-abu mengalami guncangan yang cepat dan besar,” kata Stewart.

Berbeda dengan dua peristiwa sebelumnya, hilangnya es laut Arktik dalam sejarah bisa menjadi penyebab kematian paus abu-abu terbaru. Hal ini terjadi karena es laut menampung hamparan ganggang di bagian bawahnya, yang membusuk dan menghujani dasar laut dengan makanan bagi penghuni dasar laut, termasuk krustasea yang disukai paus.

“Dengan lebih sedikit es, akan mendapatkan lebih sedikit ganggang, yang berdampak buruk bagi mangsa paus abu-abu. Semua faktor ini bersatu untuk mengurangi kualitas dan ketersediaan makanan yang diandalkan oleh (paus abu-abu),” kata Stewart. Mencairnya es laut juga membuka jalan bagi arus kuat yang menyapu sedimen dan membuat krustasea yang hidup di dasar laut serta makhluk lainnya kehilangan tempat tinggal.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tombak Berusia Ratusan...
Tombak Berusia Ratusan Tahun Ditemukan Tertancap di Tubuh Mamalia Terpanjang di Dunia
Gunung Es Terbesar di...
Gunung Es Terbesar di Dunia Kandas di Pulau Terpencil Inggris
Paus Biru Masih Bisa...
Paus Biru Masih Bisa Meneteskan Minyak Usai Mati 26 Tahun Lalu
Dikira Ular Laut, Benda...
Dikira Ular Laut, Benda Sepanjang 1,5 Meter Ini Ternyata Mr P Paus
Pusaran Kutub Antartika...
Pusaran Kutub Antartika Terdeteksi dalam Keadaan Genting
Terancam Punah, Inilah...
Terancam Punah, Inilah Mamalia Tertua di Dunia Berusia 130 Tahun
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Rekomendasi
Aktivitas Trading Token...
Aktivitas Trading Token Berbasis Saham AS Tumbuh di Kuartal II 2026
Praktis dan Cepat! BRI...
Praktis dan Cepat! BRI Multiguna Pre-Approved Hadirkan Solusi Finansial Spesial untuk Nasabah Terpilih
Elon Musk Sebut AS 1.000%...
Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
Berita Terkini
Ternyata Ini Cara AI...
Ternyata Ini Cara AI Bantu Konsultan SAP Kerja Lebih Rapi
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Infografis
10 Kota Terdingin di...
10 Kota Terdingin di Indonesia, Ternyata Banyak yang Ada di Jawa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved