Kematian Massal Paus Abu-abu Terungkap, Ternyata Terkait Pencairan Es di Arktik

Rabu, 18 Oktober 2023 - 18:47 WIB
loading...
Kematian Massal Paus...
Para ilmuwan menghubungkan kematian massal paus abu-abu dengan perubahan kondisi di Arktik. Foto/Live Science
A A A
WASHINGTON - Tiga peristiwa kematian massal paus abu-abu (Eschrichtius Robustus) di lepas pantai barat Amerika Utara terjadi sejak tahun 1980-an. Para ilmuwan menghubungkan kejadian tersebut dengan perubahan kondisi di Arktik.

Tiga peristiwa kematian massal paus abu-abu di lepas pantai Amerika Utara sejak tahun 1980an, mengakibatkan penurunan populasi sebesar 15% hingga 25% setiap tahunnya. Secara total, lebih dari 2.000 paus abu-abu diketahui telah mati.

Kematian massal pertama terjadi antara tahun 1987 dan 1989 dan merupakan yang terbesar, menewaskan sedikitnya 700 paus. Peristiwa kedua terjadi antara tahun 1999 dan 2000, menewaskan 651 paus.

Baca juga; Ini Kandungan Muntahan Ikan Paus Sperma, Bikin Penemunya Auto Tajir

Kematian terakhir terjadi pada tahun 2019 dan menyebabkan lebih dari 70 paus abu-abu mati terdampar hanya dalam waktu enam bulan. Saat ini yang sedang berlangsung, pada 26 September 2023, total ada 688 paus telah mati.

Namun, penyebab peristiwa tersebut tidak jelas. Menurut studi baru yang diterbitkan pada 12 Oktober di jurnal Science, peristiwa kematian yang tidak biasa ini terkait perubahan kondisi dan fluktuasi permukaan es laut di Arktik.

“Ini adalah perubahan populasi ekstrem yang tidak kami perkirakan akan terjadi pada spesies besar berumur panjang seperti paus abu-abu,” kata Joshua Stewart, asisten profesor di Marine Mammal Institute Oregon State University, dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Rabu (18/10/2023).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tombak Berusia Ratusan...
Tombak Berusia Ratusan Tahun Ditemukan Tertancap di Tubuh Mamalia Terpanjang di Dunia
Gunung Es Terbesar di...
Gunung Es Terbesar di Dunia Kandas di Pulau Terpencil Inggris
Paus Biru Masih Bisa...
Paus Biru Masih Bisa Meneteskan Minyak Usai Mati 26 Tahun Lalu
Dikira Ular Laut, Benda...
Dikira Ular Laut, Benda Sepanjang 1,5 Meter Ini Ternyata Mr P Paus
Pusaran Kutub Antartika...
Pusaran Kutub Antartika Terdeteksi dalam Keadaan Genting
Terancam Punah, Inilah...
Terancam Punah, Inilah Mamalia Tertua di Dunia Berusia 130 Tahun
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama When We Remember Us, Nonton Eksklusif di V+Short
KSOP Utama Tanjung Priok...
KSOP Utama Tanjung Priok Dukung Transformasi Green Port JICT
Uji BYD M6 DM di Tanjakan...
Uji BYD M6 DM di Tanjakan Berastagi: Bagaimana Konsumsi BBM-nya di Medan?
Berita Terkini
Ternyata Ini Cara AI...
Ternyata Ini Cara AI Bantu Konsultan SAP Kerja Lebih Rapi
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Infografis
Fakta Baru Keangkeran...
Fakta Baru Keangkeran Hutan di Indonesia Terungkap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved