Proyek Ambisius, Rusia Bangun Puluhan Superkomputer
Rabu, 11 Oktober 2023 - 13:00 WIB
loading...
Rusia tengah menjalankan proyek ambisius membangun sepuluh superkomputer. (Foto: Intel)
A
A
A
JAKARTA - Rusia tengah menjalankan proyek ambisius untuk membangun hingga sepuluh superkomputer pada 2030, yang masing-masing berpotensi menampung 10.000 hingga 15.000 GPU Nvidia H100. Jika berjalan, proyek ini akan memberikan kinerja pada skala yang serupa dengan yang digunakan untuk Chat GPT.
Superkomputer adalah komputer canggih dengan fungsi dan kemampuan di atas komputer biasa. Perangkat ini biasanya digunakan badan perkiraan iklim dan cuaca, militer, perusahaan simulasi transportasi, dan berfungsi sebagai server.
Dikutip dari Tomshardware pada Rabu (11/10/2023), secara umum sistem yang menggunakan GPU H100 dapat menghasilkan sekitar 450 FP64 TFLOPS, yang merupakan setengah dari ExaFLOP, tingkat kinerja superkomputer yang sejauh ini hanya dapat dicapai oleh AS.
Dipelopori oleh tim profesional, proyek ambisius Rusia ini menjanjikan batas kemampuan komputasi, dengan setiap mesin berpotensi memiliki antara 10.000 hingga 15.000 GPU Nvidia H100. Namun, komputasi AI dan GPU HPC yang diinginkan akan datang dari Nvidia, perusahaan Amerika.
Baca Juga: Superkomputer Perkirakan Kiamat Terjadi 250 Juta Tahun Lagi
Lantaran itu, muncul banyak pertanyaan di balik rencana proyek prestisius ini. Perang antara Rusia dan Ukraina telah menyebabkan AS membatasi ekspor teknologi ke Rusia, termasuk prosesor seperti GPU Nvidia. Belum diketahui jelas bagaimana Rusia memecahkan persoalan ini.
Kondisi keuangan negara juga menghadirkan serangkaian tantangan bagi Rusia. Dengan harga perangkat keras saat ini, anggaran proyek ini akan mencapai sekitar USD6 miliar. Namun, kemajuan pesat dalam teknologi berpotensi mengurangi biaya di tahun-tahun mendatang.
Superkomputer adalah komputer canggih dengan fungsi dan kemampuan di atas komputer biasa. Perangkat ini biasanya digunakan badan perkiraan iklim dan cuaca, militer, perusahaan simulasi transportasi, dan berfungsi sebagai server.
Dikutip dari Tomshardware pada Rabu (11/10/2023), secara umum sistem yang menggunakan GPU H100 dapat menghasilkan sekitar 450 FP64 TFLOPS, yang merupakan setengah dari ExaFLOP, tingkat kinerja superkomputer yang sejauh ini hanya dapat dicapai oleh AS.
Dipelopori oleh tim profesional, proyek ambisius Rusia ini menjanjikan batas kemampuan komputasi, dengan setiap mesin berpotensi memiliki antara 10.000 hingga 15.000 GPU Nvidia H100. Namun, komputasi AI dan GPU HPC yang diinginkan akan datang dari Nvidia, perusahaan Amerika.
Baca Juga: Superkomputer Perkirakan Kiamat Terjadi 250 Juta Tahun Lagi
Lantaran itu, muncul banyak pertanyaan di balik rencana proyek prestisius ini. Perang antara Rusia dan Ukraina telah menyebabkan AS membatasi ekspor teknologi ke Rusia, termasuk prosesor seperti GPU Nvidia. Belum diketahui jelas bagaimana Rusia memecahkan persoalan ini.
Kondisi keuangan negara juga menghadirkan serangkaian tantangan bagi Rusia. Dengan harga perangkat keras saat ini, anggaran proyek ini akan mencapai sekitar USD6 miliar. Namun, kemajuan pesat dalam teknologi berpotensi mengurangi biaya di tahun-tahun mendatang.
Lihat Juga :