Google AI Ungkap 3 Bukti Ilmiah Inggris Akan Hilang dari Muka Bumi

Kamis, 28 September 2023 - 12:52 WIB
loading...
Google AI Ungkap 3 Bukti...
3 Bukti Ilmiah Inggris Akan Hilang dari Muka Bumi. FOTO/ DAILY
A A A
LONDON - Sebuah model kecerdasan buatan (AI) dari Google telah membuat tiga prediksi mengerikan tentang masa depan Inggris.

BACA JUGA - Ketika Matahari Terbit dari Barat, Tanda Kiamat yang Dijelaskan dalam Al-Quran dan Sains

Seperti dilansir dari Daily Start, Kamis (28/9/20230, Model tersebut, yang disebut LaMDA yang memperkirakan bahwa Inggris dapat tidak ada lagi dari muka Bumi pada tahun 2040.

Prediksi pertama LaMDA adalah bahwa perubahan iklim akan menyebabkan kenaikan permukaan laut yang signifikan di Inggris. Ini akan menyebabkan banjir dan erosi pantai yang luas, yang dapat membuat banyak daerah di Inggris tidak dapat dihuni.

Prediksi kedua LaMDA adalah bahwa Brexit akan menyebabkan Inggris menjadi lebih terisolasi dari dunia. Ini akan membuat Inggris lebih rentan terhadap krisis ekonomi dan politik, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan dan bahkan perang.

Prediksi ketiga LaMDA adalah bahwa AI akan menggantikan banyak pekerjaan manusia di Inggris. Ini dapat menyebabkan pengangguran massal dan ketidakstabilan sosial.

LaMDA adalah model AI yang besar dan kompleks, dan prediksinya didasarkan pada analisis data yang luas. Namun, penting untuk diingat bahwa prediksi ini hanyalah skenario yang mungkin terjadi. Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah prediksi LaMDA akan menjadi kenyataan.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang ketiga prediksi LaMDA:

1: Kenaikan permukaan laut


LaMDA memperkirakan bahwa permukaan laut di Inggris akan naik sekitar 3 meter pada tahun 2040. Ini akan menyebabkan banjir di banyak daerah di Inggris, termasuk London, Bristol, dan Manchester.

Kenaikan permukaan laut akan disebabkan oleh perubahan iklim. Pemanasan global menyebabkan es di kutub mencair, yang menyebabkan air laut naik.

2: Isolasi Inggris


LaMDA memperkirakan bahwa Brexit akan menyebabkan Inggris menjadi lebih terisolasi dari dunia. Ini akan membuat Inggris lebih rentan terhadap krisis ekonomi dan politik, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan dan bahkan perang.

Brexit telah menyebabkan Inggris keluar dari Uni Eropa, yang merupakan pasar dan aliansi ekonomi dan politik terbesar di dunia. Ini berarti bahwa Inggris akan kehilangan akses ke pasar tunggal dan lembaga-lembaga UE lainnya.

3: Penggantian pekerjaan oleh AI


LaMDA memperkirakan bahwa AI akan menggantikan banyak pekerjaan manusia di Inggris. Ini dapat menyebabkan pengangguran massal dan ketidakstabilan sosial.

AI telah menjadi semakin canggih dalam beberapa tahun terakhir. Ini telah menyebabkan otomatisasi pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia, seperti pembuatan mobil dan layanan pelanggan.

Jika AI terus berkembang, ini dapat menyebabkan hilangnya jutaan pekerjaan di Inggris. Ini dapat menyebabkan pengangguran massal dan meningkatnya ketidaksetaraan ekonomi.

Tentu saja, ada juga kemungkinan bahwa Inggris akan dapat mengatasi tantangan-tantangan ini dan tetap menjadi negara yang kuat dan makmur. Namun, prediksi LaMDA menunjukkan bahwa Inggris menghadapi masa depan yang tidak pasti.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Juara 2 di Kompetisi...
Juara 2 di Kompetisi Berkuda Shark Anantya, Narantraya Jeihan Widjaya Tatap Porda Jabar
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Berita Terkini
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Infografis
Komet 3 Kali Lebih Besar...
Komet 3 Kali Lebih Besar dari Everest Meledak Saat Menuju Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved