Pemanasan Global dan El Nino Bikin Es Laut Kutub Utara dan Selatan Mencapai Titik Terendah
Rabu, 27 September 2023 - 20:11 WIB
loading...
A
A
A
Setiap tahun, es laut tumbuh dan mencair seiring musim, dan luasnya dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pola angin dan suhu laut. Ini berkorelasi langsung dengan pemanasan global yang disebabkan oleh manusia dan pola iklim seperti El Nino.
![Pemanasan Global dan El Nino Bikin Es Laut Kutub Utara dan Selatan Mencapai Titik Terendah]()
Salah satu masalah rendahnya cakupan es laut adalah hal ini memperkuat pemanasan laut akibat siklus umpan balik albedo es. Es laut, yang berwarna putih, memantulkan energi matahari kembali ke luar angkasa, namun lautan terbuka yang gelap menyerapnya sehingga perairan tetap hangat, dan menghambat pertumbuhan es laut.
Meskipun luas minimum dan maksimum es laut merupakan pengukuran penting di lingkungan kutub, ketebalan es laut tersebut juga menjadi perhatian utama. Ketebalan pada akhir musim pertumbuhan sangat menentukan kelangsungan hidup es laut.
Baca juga; Susut 1,5 Juta Km Persegi, Luas Es Laut Antartika Mencapai Titik Terendah
“Penelitian baru menggunakan satelit seperti ICESat-2 (Ice, Cloud and land Elevation Satellite-2) milik NASA untuk memantau seberapa tebal es sepanjang tahun,” kata Nathan Kurtz, kepala laboratorium Laboratorium Ilmu Kriosfer NASA di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard.

Salah satu masalah rendahnya cakupan es laut adalah hal ini memperkuat pemanasan laut akibat siklus umpan balik albedo es. Es laut, yang berwarna putih, memantulkan energi matahari kembali ke luar angkasa, namun lautan terbuka yang gelap menyerapnya sehingga perairan tetap hangat, dan menghambat pertumbuhan es laut.
Meskipun luas minimum dan maksimum es laut merupakan pengukuran penting di lingkungan kutub, ketebalan es laut tersebut juga menjadi perhatian utama. Ketebalan pada akhir musim pertumbuhan sangat menentukan kelangsungan hidup es laut.
Baca juga; Susut 1,5 Juta Km Persegi, Luas Es Laut Antartika Mencapai Titik Terendah
“Penelitian baru menggunakan satelit seperti ICESat-2 (Ice, Cloud and land Elevation Satellite-2) milik NASA untuk memantau seberapa tebal es sepanjang tahun,” kata Nathan Kurtz, kepala laboratorium Laboratorium Ilmu Kriosfer NASA di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard.
(wib)
Lihat Juga :