Viral, KTP Foto Monyet Lolos Pendaftaran Validasi SIM Card

Jum'at, 15 September 2023 - 17:17 WIB
loading...
Viral, KTP Foto Monyet Lolos Pendaftaran Validasi SIM Card
Otoritas Filipina dibuat malu setelah ada unggahan viral kartu identitas dengan foto seekor monyet. (Foto: Gulf News)
A A A
JAKARTA - Peraturan pengguna kartu SIM telekomunikasi di Filipina ternyata banyak dilanggar oleh warganya. Otoritas Filipina dibuat malu setelah ada unggahan viral kartu identitas dengan foto seekor monyet menjadi dokumen pendaftaran validasi kartu SIM.

Dilansir dari Gulfnews, Jumat (15/9/2023), ketentuan ketat tadi berdasarkan undang-undang yang ditandatangani oleh Presiden Ferdinand Marcos pada Oktober 2022. Walhasil, pengguna ponsel diharuskan memberikan foto dan detail pribadi lainnya saat membeli kartu SIM baru senagai bentuk proteksi data.

Alih-alih menghentikan pesan teks spam dan penipuan, regulator telekomunikasi mengatakan pada sidang Senat pekan ini bahwa penipuan justru meningkat tajam. Untuk menunjukkan betapa mudahnya melewati sistem pemeriksaan otomatis penyedia telekomunikasi, sebuah video diputar.



Dalam video terlihat seorang petugas polisi menggunakan kartu identitas bergambar monyet yang menyeringai. Ternyata ia berhasil mengaktifkan berbagai SIM card dengan sangat mudah.

Senator Grace Poe, salah satu perancang undang-undang tadi, menyesalkan bagaimana penipu mengelabui pengguna ponsel. Ia mengajak warga Filipina mengkritisi berbagai teks palsu yang menawarkan pekerjaan palsu, kemenangan lotere, pinjaman, dan cinta palsu.

Kepala Komisi Telekomunikasi Nasional Ella Lopez mengatakan, ada lebih dari 118 juta kartu SIM pascabayar dan prabayar terdaftar di Filipina.

“Setelah batas waktu Juli ada penurunan singkat dalam keluhan yang diajukan kepada regulator oleh pengguna ponsel yang ditipu,” kata Lopez. Sejak itu, telah terjadi peningkatan tajam dengan lebih dari 45.000 laporan diajukan.



Untuk membeli SIM card di Filipina, orang diperbolehkan menggunakan salah satu dari beberapa kartu identitas yang dikeluarkan pemerintah yang tidak memiliki biometrik .

Jeremy Lotoc, Kepala Divisi Cybercrime dari Biro Investigasi Nasional mengatakan kepada senator bahwa modus penipu mengumpulkan kartu SIM murah yang dibeli dari penjual tidak resmi dengan harga masing-masing 40 peso. Namun dia mengatakan sulit bagi penegak hukum untuk menangkap mereka.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.3365 seconds (0.1#10.140)
pixels