Harta Karun Lithium Terbesar di Dunia Ditemukan, Tepat di Bawah Gunung Berapi Purba

Senin, 11 September 2023 - 22:45 WIB
loading...
Harta Karun Lithium...
Harta karun berupa deposit lithium terbesar di dunia ditemukan tersembunyi di bawah gunung berapi super kuno di sepanjang perbatasan Nevada – Oregon di Amerika Serikat (AS). Foto/Global Mining Review
A A A
WASHINGTON - Harta karun berupa deposit lithium terbesar di dunia ditemukan tersembunyi di bawah gunung berapi super kuno di sepanjang perbatasan Nevada – Oregon di Amerika Serikat (AS). Diperkirakan ada 20 hingga 40 juta metrik ton lithium terkandung dalam sedimen kaldera McDermitt.

Kaldera ini ditemukan di tenggara Oregon dan utara Nevada, menempati sebagian besar daratan dengan panjang sekitar 45 kilometer dan lebar 35 kilometer. Jika perkiraan ini benar, berarti kaldera McDermitt memegang rekor pengendapan lithium terbesar di dunia, mengalahkan dataran garam Bolivia, yang menampung sekitar 23 juta ton.

“Jika Anda mempercayai perkiraan mereka, ini adalah deposit lithium yang sangat, sangat signifikan,” kata Anouk Borst, ahli geologi di KU Leuven University dan Royal Museum for Central Africa di Tervuren, Belgia, kepada Chemistry World dikutip SINDOnews dari laman iflscience, Senin (11/9/2023).

Baca juga; China Masih Mendominasi, Peru Berniat Produksi Baterai Lithium Lokal

Dalam studi baru yang dilakukan oleh Lithium Americas Corporation, ahli vulkanologi dan geologi berupaya menjelaskan bagaimana deposit lithium yang sangat besar ini terbentuk. “Hal ini dapat mengubah dinamika lithium secara global, dalam hal harga, keamanan pasokan, dan geopolitik,” ujar Borst.

Teori para ahli menyatakan bahwa deposit tersebut muncul setelah letusan signifikan sekitar 16,4 juta tahun yang lalu. Letusan itu mendorong mineral dari bawah tanah ke permukaan, meninggalkan tanah liat smektit kaya lithium yang berserakan.
Harta Karun Lithium Terbesar di Dunia Ditemukan, Tepat di Bawah Gunung Berapi Purba


Letusan dan keruntuhannya meninggalkan patahan dan retakan, sehingga lithium merembes ke permukaan. Proses intens ini mengubah mineral yang disebut smektit menjadi ilit, yang terkadang dapat diproses menjadi lithium.

Mereka menyoroti bahwa lithium tidak tersebar merata di kaldera. Zona kaya litium hanya teridentifikasi di bagian selatan kaldera di sekitar Thacker Pass dan di utara di Pegunungan Montana.

Baca juga; 5 Perbedaan Baterai Lithium-ion dan Sodium-ion di Mobil Listrik

Kini Lithium Americas Corporation telah mengetahui bagaimana dan di mana endapan kaya lithium kemungkinan besar terbentuk, Jadi mereka dapat meningkatkan upaya penambangan di wilayah tersebut.

“Itu sangat membantu untuk mengubah strategi eksplorasi. Sekarang kami tahu bahwa kami harus tetap berada di kawasan Thacker Pass jika kami ingin menemukan dan menambangnya,” kata Tom Benson, dari Universitas Columbia dan Lithium Americas Corporation, kepada Popular Science.
Harta Karun Lithium Terbesar di Dunia Ditemukan, Tepat di Bawah Gunung Berapi Purba


Kelayakan dan dampak pemanenan logam ini menjadi pertanyaan besar. Lithium, bersama dengan kobalt, adalah salah satu bahan dasar yang dibutuhkan untuk membuat baterai isi ulang, seperti pada mobil listrik serta ponsel cerdas dan laptop.

Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa permintaan global terhadap baterai litium dapat tumbuh lima kali lipat pada tahun 2030. Namun, banyak yang khawatir dengan risiko eksplorasi lithium di Kaldera Mcdermitt.

Baca juga; Incar Cadangan Lithium, Inggris Dilaporkan Dukung Kudeta Bolivia

Salah satu cabang dari Lithium Americas Corporation ingin membangun tambang lithium terbuka di sini dengan perkiraan luas 17,933 hektare. Rencana ini mendapat tentangan keras dari beberapa pemerhati lingkungan dan masyarakat adat setempat, yang berpendapat bahwa proyek tersebut akan mengubah tanah tercinta mereka menjadi kawasan pertambangan industri.

“Pencarian litium secara global telah menjadi bentuk kolonialisme ‘hijau’. Orang-orang yang paling terhubung dengan tanah tersebut menderita, sementara mereka yang terputus darinya mendapat manfaat,” kata People of Red Mountain, sebuah organisasi yang dipimpin oleh Masyarakat Adat, dalam sebuah pernyataan.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Rekomendasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved