Pertama di Dunia, Pesawat Berbahan Bakar Hidrogen Cair Berhasil Mengudara
Sabtu, 09 September 2023 - 23:28 WIB
loading...
A
A
A
Pesawat HY4 hidrogen-listrik telah terbang sejak 2016, namun terobosan kali ini adalah mengoperasikan pesawat menggunakan hidrogen cair, bukan hidrogen dalam bentuk gas.
Hidrogen cair lebih padat energi dibandingkan gas. Artinya, dibutuhkan bobot dan volume tangki yang jauh lebih rendah. Dalam dunia transportasi udara, terutama ketika melakukan retrofit pada pesawat, hal ini sama dengan tidak perlu membuang banyak kursi penumpang, atau mengurangi ruang kargo, untuk muatan.
Tapi yang lebih penting adalah soal jangkauan. Untuk pesawat uji HY4, jarak tempuhnya 750 km menggunakan gas hidrogen dan 1.500 km menggunakan hidrogen cair, atau dua kali lipat jaraknya.
Namun, tantangannya, hidrogen cair memerlukan suhu kriogenik (sekitar -253°C), membuat kerumitan pengangkutan dan pengisian bahan bakar.
Pesawat HY4, yang terbuat dari serat kaca dan serat karbon, tidak akan diproduksi secara komersial. Langkah selanjutnya dari pihak H2FLY sekarang adalah meningkatkan sistem sel bahan bakar ke kapasitas megawatt. Sistem H2F-175 tidak hanya akan membuka jangkauan yang lebih jauh, tetapi juga ketinggian hingga 27.000 kaki.
Baca Juga: Kawasaki Bocorkan Nama Ninja Bertenaga Hidrogen
Dalam kemitraan dengan Deutsche Aircraft, kedua pihak bermaksud melakukan retrofit pada demonstran Dornier 328 berkapasitas 30 kursi dengan sel bahan bakar hidrogen-listrik H2FLY dan memulai uji penerbangan pada 2025.
Hidrogen cair lebih padat energi dibandingkan gas. Artinya, dibutuhkan bobot dan volume tangki yang jauh lebih rendah. Dalam dunia transportasi udara, terutama ketika melakukan retrofit pada pesawat, hal ini sama dengan tidak perlu membuang banyak kursi penumpang, atau mengurangi ruang kargo, untuk muatan.
Tapi yang lebih penting adalah soal jangkauan. Untuk pesawat uji HY4, jarak tempuhnya 750 km menggunakan gas hidrogen dan 1.500 km menggunakan hidrogen cair, atau dua kali lipat jaraknya.
Namun, tantangannya, hidrogen cair memerlukan suhu kriogenik (sekitar -253°C), membuat kerumitan pengangkutan dan pengisian bahan bakar.
Pesawat HY4, yang terbuat dari serat kaca dan serat karbon, tidak akan diproduksi secara komersial. Langkah selanjutnya dari pihak H2FLY sekarang adalah meningkatkan sistem sel bahan bakar ke kapasitas megawatt. Sistem H2F-175 tidak hanya akan membuka jangkauan yang lebih jauh, tetapi juga ketinggian hingga 27.000 kaki.
Baca Juga: Kawasaki Bocorkan Nama Ninja Bertenaga Hidrogen
Dalam kemitraan dengan Deutsche Aircraft, kedua pihak bermaksud melakukan retrofit pada demonstran Dornier 328 berkapasitas 30 kursi dengan sel bahan bakar hidrogen-listrik H2FLY dan memulai uji penerbangan pada 2025.
Lihat Juga :