Microsoft Tuduh Agen China Gunakan Foto AI untuk Kelabui Pemilih AS
Jum'at, 08 September 2023 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Mereka menambahkan bahwa gambar-gambar baru ini lebih menarik perhatian, dan para pemilih AS sebenarnya mem-posting ulang gambar-gambar tersebut. Meskipun gambar-gambar tersebut mengandung “indikator umum generasi AI,” seperti lebih dari lima jari di tangan.
Analis Microsoft mengakui saat ini semakin sulit untuk mengatakan bahwa akun-akun tersebut tidak asli. Namun, ada tanda-menurut Microsoft. Banyak dari agen ini mulai memposting dalam bahasa Mandarin, kemudian beralih ke bahasa lain.
Baca juga; Jadi Agen Mata-mata China, Perwira Polisi New York Ditangkap FBI
Akun-akun tersebut akan membuat postingan, lalu berkomentar, menyukai, dan berbagi postingan dari akun serupa lainnya. Kondisi ini menciptakan pola di mana mereka akan saling meningkatkan konten satu sama lain.
“Kami memperkirakan China akan terus menyempurnakan teknologi ini seiring berjalannya waktu. Meskipun masih harus dilihat bagaimana dan kapan China akan menerapkannya dalam skala besar,” tulis Watts.
Menanggapi laporan Microsoft, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington DC, Liu Pengyu, mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa media barat dan lembaga pemikir menuduh China menggunakan kecerdasan buatan untuk menciptakan media sosial palsu. Tujuannya untuk mencampuri politik AS
Analis Microsoft mengakui saat ini semakin sulit untuk mengatakan bahwa akun-akun tersebut tidak asli. Namun, ada tanda-menurut Microsoft. Banyak dari agen ini mulai memposting dalam bahasa Mandarin, kemudian beralih ke bahasa lain.
Baca juga; Jadi Agen Mata-mata China, Perwira Polisi New York Ditangkap FBI
Akun-akun tersebut akan membuat postingan, lalu berkomentar, menyukai, dan berbagi postingan dari akun serupa lainnya. Kondisi ini menciptakan pola di mana mereka akan saling meningkatkan konten satu sama lain.
“Kami memperkirakan China akan terus menyempurnakan teknologi ini seiring berjalannya waktu. Meskipun masih harus dilihat bagaimana dan kapan China akan menerapkannya dalam skala besar,” tulis Watts.
Menanggapi laporan Microsoft, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington DC, Liu Pengyu, mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa media barat dan lembaga pemikir menuduh China menggunakan kecerdasan buatan untuk menciptakan media sosial palsu. Tujuannya untuk mencampuri politik AS
Lihat Juga :