Dihantam Puing-puing Luar Angkasa, Satelit Tua Soviet Pecah di Orbit
Kamis, 31 Agustus 2023 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Badan Antariksa Eropa (ESA) ada sekitar 34.550 objek seperti itu saat ini diketahui ada di orbit bumi. Namun selain pecahan puing luar angkasa yang terlihat, ada sekitar 1 juta benda puing berukuran 1 cm hingga 10 cm.
Baca juga; 8 Kali Kecepatan Peluru, Puing Satelit Rusia Bisa Hancurkan Stasiun Luar Angkasa Internasional
Belum lagi ada 130 juta pecahan yang lebih kecil dari 0,4 inci meluncur melintasi angkasa. Pecahan sampah luar angkasa sekecil 0,4 inci pun bisa menyebabkan kerusakan serius. Pada tahun 2016, pecahan puing luar angkasa yang lebarnya hanya beberapa milimeter membuat lubang selebar 40 cm di salah satu panel surya satelit pengamat Bumi Sentinel 2 di Eropa.
Tabrakan tersebut menghasilkan beberapa pecahan yang cukup besar untuk dilacak dari Bumi. Sentinel 2 selamat dari insiden tersebut, namun para insinyur ESA mengatakan jika sampah luar angkasa menghantam badan utama pesawat tersebut, misi tersebut bisa saja berakhir.
Para peneliti telah membunyikan peringatan selama bertahun-tahun karena meningkatnya jumlah sampah luar angkasa di orbit bumi. Beberapa pihak khawatir situasi ini perlahan-lahan mendekati skenario yang dikenal sebagai Sindrom Kessler.
Dinamakan berdasarkan nama pensiunan fisikawan NASA Donald Kessler, skenario ini memperkirakan bahwa semakin banyak fragmen yang dihasilkan oleh tabrakan orbit pada akhirnya akan membuat area di sekitar Bumi tidak dapat digunakan. Sebab, setiap jatuhnya puing-puing luar angkasa akan memicu serangkaian tabrakan berikutnya.
Baca juga; 8 Kali Kecepatan Peluru, Puing Satelit Rusia Bisa Hancurkan Stasiun Luar Angkasa Internasional
Belum lagi ada 130 juta pecahan yang lebih kecil dari 0,4 inci meluncur melintasi angkasa. Pecahan sampah luar angkasa sekecil 0,4 inci pun bisa menyebabkan kerusakan serius. Pada tahun 2016, pecahan puing luar angkasa yang lebarnya hanya beberapa milimeter membuat lubang selebar 40 cm di salah satu panel surya satelit pengamat Bumi Sentinel 2 di Eropa.
Tabrakan tersebut menghasilkan beberapa pecahan yang cukup besar untuk dilacak dari Bumi. Sentinel 2 selamat dari insiden tersebut, namun para insinyur ESA mengatakan jika sampah luar angkasa menghantam badan utama pesawat tersebut, misi tersebut bisa saja berakhir.
Para peneliti telah membunyikan peringatan selama bertahun-tahun karena meningkatnya jumlah sampah luar angkasa di orbit bumi. Beberapa pihak khawatir situasi ini perlahan-lahan mendekati skenario yang dikenal sebagai Sindrom Kessler.
Dinamakan berdasarkan nama pensiunan fisikawan NASA Donald Kessler, skenario ini memperkirakan bahwa semakin banyak fragmen yang dihasilkan oleh tabrakan orbit pada akhirnya akan membuat area di sekitar Bumi tidak dapat digunakan. Sebab, setiap jatuhnya puing-puing luar angkasa akan memicu serangkaian tabrakan berikutnya.
(wib)
Lihat Juga :