Mengenal OSIRIS-REx, Pesawat Luar Angkasa NASA Pertama yang Mendarat di Asteroid
Senin, 28 Agustus 2023 - 22:59 WIB
loading...
A
A
A
Setelah sampel dikembalikan ke Bumi, OSIRIS-REx akan diluncurkan lagi pada tahun 2029 dengan target ke asteroid Apophis. Ini merupakan asteroid dekat Bumi yang berpotensi berbahaya dan sarat dengan material bawah permukaan yang menarik.
![Mengenal OSIRIS-REx, Pesawat Luar Angkasa NASA Pertama yang Mendarat di Asteroid]()
Target pertama OSIRIS-REx, adalah asteroid Bennu, batuan luar angkasa seberat 77,5 juta metrik ton. Asteroid ini diperkirakan akan terbang dalam jarak 7,5 juta kilometer dari orbit bumi antara tahun 2175 dan 2199.
Jika Bennu, yaitu berukuran selebar Empire State Building, jika dibanting ke Bumi, perkiraan energi kinetik yang dilepaskan akan mencapai 1.200 megaton. Kekuatan ini kira-kira 80.000 kali lebih besar dari energi bom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang.
Baca juga; Begini Cara Pesawat NASA Mengambil Contoh Batuan Asteroid Bennu
Belum diketahui apakah tabrakan ini akan terjadi. Kemungkinan yang diperkirakan sangatlah kecil, yaitu hanya 1 berbanding 2.700. Namun, perubahan tak terduga pada orbit Bennu, yang terus-menerus disebabkan oleh dorongan kecil dari cahaya bintang, masih dapat menggesernya ke jalur tabrakan dengan Bumi.

Target pertama OSIRIS-REx, adalah asteroid Bennu, batuan luar angkasa seberat 77,5 juta metrik ton. Asteroid ini diperkirakan akan terbang dalam jarak 7,5 juta kilometer dari orbit bumi antara tahun 2175 dan 2199.
Jika Bennu, yaitu berukuran selebar Empire State Building, jika dibanting ke Bumi, perkiraan energi kinetik yang dilepaskan akan mencapai 1.200 megaton. Kekuatan ini kira-kira 80.000 kali lebih besar dari energi bom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang.
Baca juga; Begini Cara Pesawat NASA Mengambil Contoh Batuan Asteroid Bennu
Belum diketahui apakah tabrakan ini akan terjadi. Kemungkinan yang diperkirakan sangatlah kecil, yaitu hanya 1 berbanding 2.700. Namun, perubahan tak terduga pada orbit Bennu, yang terus-menerus disebabkan oleh dorongan kecil dari cahaya bintang, masih dapat menggesernya ke jalur tabrakan dengan Bumi.
(wib)
Lihat Juga :