Tips Melindungi Anak dari Cyberbullying, Intimidasi, Sexting, hingga Predator Seksual

Rabu, 23 Agustus 2023 - 18:05 WIB
loading...
Tips Melindungi Anak...
Orang tua wajib mengetahui bagaimana cara untuk melindungi anak-anak mereka dari berbagai ancaman kejahatan digital. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Anak Indonesia berusia 12-17 tahun jadi sasaran pelecehan dan eksploitasi seksual online . Demikian data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia ( Kemenppa ).

Karena itu, orang tua harus lebih hati-hati lagi dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak mereka. Nah, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua:

1. Berkomunikasi secara rutin dengan anak-anak

Dalam studi global yang dilakukan Kaspersky kepada 8.793 orang tua dari anak-anak berusia antara 7 dan 12 tahun, 58% orang tua mengaku menghabiskan total kurang dari 30 menit, sepanjang masa kecil anak-anak mereka, berbicara tentang keamanan internet.

Hanya 11% mengatakan mereka telah menghabiskan lebih dari dua jam berbicara dengan anak-anak mereka tentang bahaya di dalamnya.

Psikolog terkenal Emma Kenny merekomendasikan untuk menghabiskan sepuluh menit setiap hari sebelum tidur untuk mendiskusikan hari anak Anda termasuk aktivitas online mereka. Minta anak-anak untuk berbagi dengan Anda tentang hal positif dan negatif yang mereka temui secara online.

2. Mengedukasi diri sendiri dan anak-anak Anda

Anda akan merasa percaya diri berbicara dengan anak-anak tentang dunia maya hanya jika Anda memahaminya.
Luangkan waktu untuk membaca tentang tren, game, dan saluran yang muncul untuk memahami bagaimana pengaruhnya terhadap aktivitas online anak Anda.

Diskusikan teknologi dan potensi bahayanya dengan mereka. Bahkan jika itu berarti Anda harus bermain dan meminta mereka membantu membuat akun media sosial.

Dengan menunjukkan bahwa Anda mempercayai mereka sebagai guru, rasa saling percaya itu akan semakin terbangun. Edukasi anak-anak tentang hal-hal yang Anda dengar atau lihat terkait ancaman siber atau pelanggaran keamanan.

3. Bangun suasana keterbukaan dan kenyamanan

Situasi yang ideal adalah Anda sadar jika ada sesuatu yang membuat mereka merasa tidak nyaman, terancam, atau tidak bahagia. Atasi cyberbullying seperti yang Anda lakukan dengan perundungan di kehidupan nyata: dorong mereka untuk terbuka dan berbicara dengan orang dewasa terpercaya (sebaiknya orang tua) jika mereka pernah menerima pesan yang mengancam atau tidak pantas.

4. Tetapkan batasan

Tetapkan aturan dasar yang jelas dan sesuai usia tentang apa yang dapat diterima dan apa yang tidak boleh mereka lakukan secara online. Jelaskan mengapa peraturan ini diberlakukan dan jelaskan mengenai konsekuensi pergi ke tempat yang tidak seharusnya atau menggunakan teknologi seperlunya.

Contohnya berbagi foto secara online yang tetap ada di internet selamanya dan mungkin berdampak saat mereka dewasa dan bekerja dalam karier yang penting.

Baca Juga: Love Scam Modus Baru Kejahatan Siber Mengatasnamakan Cinta

5. Filter

Orang tua tidak pernah dapat mengarahkan anak-anak 24/7 untuk memantau aktivitas mereka secara online. Karena itu, gunakan perangkat lunak kontrol orang tua yang andal untuk menetapkan kerangka kerja tentang apa yang dapat diterima—berapa lama (dan kapan) mereka dapat menghabiskan waktu online, konten apa yang harus diblokir, atau jenis aktivitas apa yang harus diblokir (ruang obrolan, forum , dan seterusnya).

Filter kontrol orang tua dapat dikonfigurasi untuk profil komputer yang berbeda, sehingga memungkinkan Anda menyesuaikan filter untuk anakyangberbeda.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
16 Tahun ITSEC Asia:...
16 Tahun ITSEC Asia: Produk Baru Ini Jadi Senjata Baru Lawan Kejahatan Digital
2 Tahun Perjalanan Defend...
2 Tahun Perjalanan Defend IT360: Evolusi Keamanan Siber Melalui Teknologi SIEM Mutakhir
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Rekomendasi
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved