Monster Laut Kaspia, Pesawat Perang Unik Rusia yang Bisa Menyerang di Udara dan Laut

Rabu, 23 Agustus 2023 - 07:14 WIB
loading...
Monster Laut Kaspia,...
Bangkai pesawat tempur seri MD-160 milik Uni Soviet. (Foto: Ladbible)
A A A
JAKARTA - Bangkai pesawat terbang bersejarah dari masa Perang Dingin 1980an kini menjadi obyek wisata. Pesawat berjuluk Monster Laut Kaspia itu pernah mendapat predikat salah satu pesawat paling unik di dunia.

Tampilan pesawat ini tentu terlihat tidak biasa. Bahkan, secara teknis bukan seperti pesawat terbang pada umumnya, lantaran memang fungsi pesawat hibrida buatan Rusia ini juga sebagai kapal laut.

Seri MD-160 ini dirancang pada 1975 dan sebenarnya digunakan oleh angkatan laut Uni Soviet dan Rusia sejak 1987. Saat itu masuk fase akhir Perang Dingin dan pesawat ini sebagai bagian dari program wing-in-ground-effect (WIG).

Penggunaannya kemudian dihentikan pada akhir tahun 90an, ketika pesawat besar itu ditinggalkan di pangkalan angkatan laut Kaspiysk. Setelah beberapa dekade, kapal tersebut akhirnya ditarik pada 2020 melintasi Laut Kaspia dalam perjalanan 14 jam dari pangkalan angkatan laut ke Derbent, Dagestan.

Baca Juga: Apakah Rusia dan Uni Soviet Itu Sama?

Pesawat ini akhirnya menjadi obyek wisata yang menarik karena ukurannya mencolok. Tepatnya, lebih besar dari pesawat jumbo seukuran 63 kaki. Modelnya kekar dengan kerangka ekranoplan kelas Lun. "Pesawat ini termasuk juga jenis kapal maritim," bunyi pernyataan Organisasi Maritim Internasional dilansir dari Ladbible, Rabu (23/8/2023).

Kapal ini dirancang untuk mencapai penerbangan berkelanjutan di atas permukaan datar laut dengan menggunakan interaksi aerodinamis antara sayap dan permukaan. Pesawat ini juga menggunakan interaksi aerodinamis antara sayap dan permukaan.

Bantalan udara di bawah sayapnya membantu untuk melaju di atas permukaan laut pada ketinggian 13 kaki. Pada dasarnya, ini seperti kapal terbang yang memiliki kemampuan untuk membawa rudal supersonik.

Spesifikasi dan kualitasnya yang unik membuat otoritas intelijen AS melakukan pendalaman untuk mengungkap dokumen rahasia yang merinci peran WIG. Mereka menemukan bahwa MD-160 dibuat untuk terbang dengan kecepatan tinggi dari 200 knot hingga 250 knot pada ketinggian sekitar 5 hingga 10 meter di atas permukaan air.

Baca Juga: Misteri Penjara Gulag Era Uni Soviet yang Mengerikan

“WIG seperti ini adalah kendaraan serangan taktis dan pertahanan pantai untuk Angkatan Laut Soviet. Kendaraan ini membawa enam SS-N-22 supersonik anti- rudal jelajah kapal," bunyi pernyataan pihak intelijen Amerika Serikat CIA.
Pesawat ini dapat menyerang kapal musuh hingga jangkauan radarnya (sekitar 35 kilometer/22 mil). Namun, dapat menembakkan SS-N-22 hingga jangkauan rudal 100 kilometer (62 mil) dengan penargetan di atas cakrawala.

Seri MD-160 ini pernah membuat CIA agak khawatir selama Perang Dingin karena meski ukurannya lebih besar dari pesawat jet Boeing 747 dan terbang dengan kecepatan sekitar 250 knot, namun gerakannya cukup lincah. “Kami percaya bahwa kekuatan serangan Utka atau kekuatan pertahanan pantai akan memberikan Soviet kemampuan reaksi cepat,” ujar pihak CIA.

Meskipun masih belum ada kepastian tentang nasib bangkai pesawat tadi, para penggemar alutsista dapat mengunjunginya untuk melihat pesawat unik ini.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Roket Uni Soviet Kembali...
Roket Uni Soviet Kembali ke Bumi setelah 53 Tahun Terjebak di Antariksa
CIA Punya Bukti Covid-19...
CIA Punya Bukti Covid-19 Berasal dari Bocornya Laboratorium di China
Kejadian Aneh Bermunculan,...
Kejadian Aneh Bermunculan, Rusia Berencana Tutup Lubang Terdalam di Bumi
Misteri The Buzzer,...
Misteri The Buzzer, Sinyal Radio Rusia yang Mengudara Selama 40 Tahun
Rudal Balistik Scud,...
Rudal Balistik Scud, Senjata Era Uni Soviet yang Masih Ditemukan hingga Sekarang
CIA Siap Ciptakan Alat...
CIA Siap Ciptakan Alat Berteknologi AI untuk Mudahkan Penyelidikan
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
Negara Pecahan Soviet...
Negara Pecahan Soviet Ini Ingin Gabung NATO, tapi Ditentang Rakyatnya
Rekomendasi
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved