Terkuak! Dianggap Obat, Bangsa Eropa Gemar Memakan Mumi

Sabtu, 19 Agustus 2023 - 12:09 WIB
loading...
Terkuak! Dianggap Obat,...
Pemeriksaan Mumi oleh Paul Dominique Philippoteaux tahun 1891. FOTO/ DOK Wikimedia
A A A
BERLIN - Dalam sejarah Eropa terkuak orang Eropa gemar mumi Mesir . Awalnya didorong oleh keyakinan bahwa jasad manusia yang ditumbuk dan diawetkan dapat menyembuhkan apa saja.

BACA JUGA - Kualat! Petaka Terusan Suez Dikaitkan dengan Pemindahan Mumi Firaun

Hal ini terbukti dengan gagasan mengerikan orang-orang Victoria tentang hiburan setelah makan malam, mayat-mayat

Seperti dilansir dari Coversattion, Mesir kuno yang dibalut dengan kain perban menjadi subjek yang menarik perhatian sejak Abad Pertengahan hingga abad ke-19..

Di dunia tanpa antibiotik, para dokter meresepkan tengkorak, tulang, dan daging yang digiling untuk mengobati penyakit mulai dari sakit kepala hingga mengurangi pembengkakan atau menyembuhkan wabah.

Tidak semua orang yakin. Guy de la Fontaine, seorang dokter kerajaan, meragukan mumi sebagai obat yang berguna dan melihat mumi palsu yang dibuat dari petani yang sudah mati di Alexandria pada tahun 1564.

Dia menyadari bahwa orang-orang bisa ditipu. Mereka tidak selalu mengkonsumsi mumi kuno yang asli.

Tidak semua dokter berpikir bahwa mumi yang kering dan tua merupakan obat terbaik. Beberapa dokter percaya bahwa daging dan darah segar memiliki vitalitas yang tidak dimiliki oleh mumi yang sudah lama mati.

Klaim bahwa yang segar adalah yang terbaik meyakinkan bahkan para bangsawan yang paling mulia sekalipun. Raja Charles II dari Inggris meminum obat yang terbuat dari tengkorak manusia setelah mengalami kejang-kejang, dan, hingga tahun 1909, para dokter biasanya menggunakan tengkorak manusia untuk mengobati kondisi saraf.

Bagi kalangan elit kerajaan dan sosial, memakan mumi tampaknya merupakan obat yang sesuai dengan kerajaan, karena para dokter mengklaim bahwa mumi terbuat dari firaun.

Tidak ada arkeolog serius yang akan membuka mumi dan tidak ada dokter yang menyarankan untuk memakannya. Namun, daya tarik mumi tetap kuat. Mereka masih dijual, masih dieksploitasi, dan masih menjadi komoditas.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Liburan ke Eropa Makin...
Liburan ke Eropa Makin Terjangkau, Ini Destinasi Favorit dan Tips Hemat untuk Pemula
Rekomendasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Berita Terkini
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved