Perilaku Aneh Medan Magnet Bumi Sudah Berlangsung 11 Juta Tahun

Rabu, 29 Juli 2020 - 11:00 WIB
loading...
Perilaku Aneh Medan...
Peta menunjukkan Bumi saat ini dan penyimpangan dalam medan magnet planet ini. Penyimpangan yang kuat diwakili dalam kuning-oranye, sedangkan penyimpangan kecil berwarna biru. Hal ini terjadi di Pulau Saint Helena. Foto/Yael Engbers/University of Liverpoo
A A A
JAKARTA - Perilaku aneh medan magnet Bumi di wilayah Atlantik Selatan dapat ditelusuri kembali sejauh 11 juta tahun lalu. Studi baru mengungkap, perilaku itu tidak mungkin menyebabkan pembalikan medan magnet Bumi di masa mendatang. (Baca juga: Ternyata Partikel Kecil Plastik Bisa Pengaruhi Pemanasan Global )

Anomali Atlantik Selatan adalah titik lemah dalam medan magnet Bumi, yang melindungi planet ini dari angin Matahari dan radiasi kosmik dosis tinggi. Anomali ini ada karena sabuk radiasi Van Allen dalam Bumi paling dekat dengan permukaan planet, menyebabkan peningkatan fluks partikel energetik. Pada gilirannya, anomali ini juga menyebabkan gangguan teknis pada satelit dan pesawat ruang angkasa yang mengorbit Bumi.

Laman Space.com mengutarakan, para peneliti dari University of Liverpool di Inggris mempelajari batuan beku, atau vulkanik dari Pulau Saint Helena, yang terletak di Anomali Atlantik Selatan. Rekaman medan magnet Bumi disimpan dalam batuan beku memberikan pandangan rinci tentang sejarah magnetik planet ini.

"Studi kami menyediakan analisis jangka panjang pertama dari medan magnet di wilayah ini sejak jutaan tahun lalu," kata Yael Engbers, penulis utama studi tersebut.

Dia menjelaskan, temuan itu mengungkap bahwa anomali di medan magnet di Atlantik Selatan bukan sekali saja. "Anomali serupa ada 8-11 juta tahun yang lalu," sebutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Rekomendasi
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved