Kuasai 4.000 Satelit Starlink, Tingkah Laku Elon Musk Bikin Jenderal Militer Ukraina Deg-degan

Senin, 31 Juli 2023 - 07:03 WIB
loading...
Kuasai 4.000 Satelit...
Starlink kini memiliki 4.000 lebih satelit untuk menjalankan internet di hampir seluruh penjuru bumi. Foto: ist
A A A
AMERIKA - Gaya dan tingkah laku Elon Musk memang dikenal cuek, slengean, dan tanpa tedeng aling-aling. Melihat aset yang dimilikinya, ternyata jenderal militer dunia khawatir. Apa sebabnya?

Para jenderal militer dunia tersebut khawatir bahwa gaya dan tingkah laku Elon Musk dalam menjalankan Twitter dan Tesla berimbas ke perusahaan lainnya seperti SpaceX.

Tingkah laku Elon Musk yang tidak bisa diprediksi dan berubah-ubah sesuai mood atau keinginannya bakal bikin repot banyak orang. Mereka juga khawatir gonjang-ganjing yang terjadi di Twitter juga bakal terasa di SpaceX.

Saat hal itu terjadi para jenderal militer bakal kelabakan karena banyak dari mereka mengandalkan layanan internet berbasis satelit yang dimiliki Elon Musk yakni Starlink.

Setidaknya kekhawatiran itu diungkap oleh New York Times saat melaporkan percakapan yang dilakukan oleh Jenderal Mark A Milley, Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat dengan Jenderal Valerii Zaluzhnyi, Kepala Angkatan Bersenjata Ukraina.

Dalam percakapan itu Valrii Zalyzhnyi mengaku mendapatkan banyak manfaat dari keberadaan satelit Starlink dalam melawan invasi Rusia. Dari situ dia berharap Amerika Serikat bisa membantu agar akses penggunaan Starlink di Ukraina tetap bisa berjalan dengan baik. Dia juga berharap agar biaya penggunaan Starlink tetap bisa dibantu oleh Amerika Serikat.

Valerii pun meminta Amerika Serikat memberi profiling terhadap sosok Elon Musk. Pasalnya, Valerii Zaluzhnyi tidak bisa menebak isi pikiran Elon Musk. Dia khawatir ke depannya Elon Musk melakukan tindakan kontraproduktif terhadap Ukraina dengan mematikan layanan Starlink di wilayah mereka.

"Para pemimpin militer dan politik semakin khawatir karena sikap tidak menentu dan kepribadian yang tidak bisa ditebak dari Elon Musk. Miliarder teknologi itu terkadang menggunakan otoritasnya dengan cara yang tidak dapat diprediksi," tulis New York Times.

Para pemimpin militer tersebut khawatir Elon Musk terlalu dominan dalam menguasai jaringan internet berbasis satelit. Hingga kini tidak ada satu pun orang bisa menyamai apa yang sudah dicapai Elon Musk dengan Starlink.

Bayangkan saja saat ini Elon Musk sudah memiliki lebih dari 4.000 satelit yang bisa memberikan layanan internet berbasis satelit. Layanan internet itu bisa diakses hingga ke daerah-daerah terpencil.

Termasuk daerah perang seperti di Ukraina dimana akses internet konvensional sudah lama putus. Hanya saja sikap Elon Musk justru tidak menentu kala berurusan dengan Ukraina.

Di satu waktu dia cuek menolak permintaan militer Ukraina untuk menyalakan Starlink di dekat Krimea, wilayah yang dikuasai Rusia, yang memengaruhi strategi medan perang.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Elon Musk Ganti Nama Twitter Jadi X, Sudah Tahu?

Uniknya kemudian pria yang lahir pada 28 Juni 1971 itu melontarkan rencana perdamaian yang seolah menentang Rusia. Petinggi militer lain yang merasa khawatir dengan Elon Musk disebutkan New York Times datang dari Taiwan.

Mereka khawatir hubungan manis antara Elon Musk dengan China justru akan sangat buruk buat mereka ketika China menginvasi Taiwan. "Ini bukan hanya satu perusahaan tapi satu orang. Kebijakan mereka sepenuhnya terikat pada keinginannya," ucap Dmitri Alperovitch, analis teknologi dari Silverado Policy Accelerator.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Elon Musk Prediksi AI...
Elon Musk Prediksi AI Akan Membuat Manusia Tak Perlu Bekerja
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Rekomendasi
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
Vladimir Putin: Rusia...
Vladimir Putin: Rusia Segera Habisi Militer Ukraina!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved