WHO Prediksi Kasus Demam Berdarah Akan Mencapai Rekor Tertinggi Tahun Ini

Kamis, 27 Juli 2023 - 12:46 WIB
loading...
WHO Prediksi Kasus Demam...
Tingkat epidemi kini ditemukan meningkat di seluruh dunia dengan kasus yang dilaporkan sejak tahun 2000 meningkat delapan kali lipat, menjadi 4,2 juta kasus pada tahun 2022. FOTO/ LIVE SCIENCE
A A A
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) memperingatkan bahwa kasus demam berdarah bisa mencapai rekor tertinggi tahun ini, sebagian karena pemanasan global dan perubahan iklim.

BACA JUGA - BTS Diajak Bergabung dengan WHO

Seperti dilansir dari New York Post, Kamis (27/7/2023), tingkat epidemi kini ditemukan meningkat di seluruh dunia dengan kasus yang dilaporkan sejak tahun 2000 meningkat delapan kali lipat, menjadi 4,2 juta kasus pada tahun 2022.

"Eropa melaporkan lonjakan kasus sementara, Peru mengumumkan keadaan darurat kesehatan di sebagian besar wilayahnya," lapor kantor berita itu.

WHO sebelumnya memasukkan demam berdarah sebagai salah satu dari 10 ancaman teratas bagi kesehatan global pada 2019.

Sekitar setengah dari populasi dunia atau sekitar empat miliar orang tinggal di tempat yang berisiko penularan demam berdarah dengan sekitar 400 juta orang terinfeksi epidemi setiap tahun.

"Dengue sekarang menyebar di daerah perkotaan yang sebelumnya tidak ada," kata seorang ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Cayetano Heredia di Peru, Associate Professor Dr. Coralith Garcia.

Para ahli menyalahkan suhu yang lebih hangat dan curah hujan yang meningkat sebagai penyebab lonjakan wabah demam berdarah.

Namun di Lima, Peru yang merupakan kota padang pasir terbesar kedua di dunia, kasus DBD tercatat meningkat karena memiliki kepadatan penduduk yang tinggi sehingga memudahkan penyebaran wabah tersebut.

Peru memiliki salah satu tingkat kematian Covid-19 tertinggi di dunia dan sekarang banyak pasien meninggal karena demam berdarah, kata Garcia.

Pada 11 Juli, perusahaan farmasi Jepang Takeda secara sukarela menarik aplikasinya ke Food and Drug Administration (FDA) untuk vaksin demam berdarah di Amerika Serikat (AS).

Itu dilakukan setelah badan pengawas meminta lebih banyak data yang saat ini tidak dapat diberikan oleh tes perlindungan penyakit, menurut siaran pers.

Vaksin demam berdarah dari Takeda telah disetujui di beberapa lokasi endemik dan non-endemik seperti Uni Eropa (UE), Inggris, Brasil, Argentina, Indonesia, dan Thailand.

Sementara di AS, sebagian besar pasien diduga terinfeksi demam berdarah setelah bepergian ke negara lain sebelum menyebar di beberapa negara bagian karena iklim yang panas dan lembab seperti Florida, Hawaii, Texas, dan Arizona.

Demam berdarah disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes yang umumnya menggigit pada siang hari, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Epidemi menjadi endemik di lebih dari 100 negara di wilayah WHO di Afrika, Amerika, Mediterania Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat.

Benua Amerika, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat adalah yang terkena dampak terburuk dengan benua Asia menyumbang sekitar 70 persen dari beban penyakit secara global.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Rekomendasi
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Berita Terkini
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved