Mengenal Staking di Kripto, Cara Investasi Aset Digital yang Lebih Aman

Selasa, 18 Juli 2023 - 12:08 WIB
loading...
Mengenal Staking di...
Reku berupaya mengkampanyekan staking di Kripto yang dianggap lebih aman. Foto: dok Reku
A A A
JAKARTA - Masih banyak masyarakat Indonesia yang menyadari bahwa investasi aset kripto hanya dalam kegiatan jual dan/atau beli saja, atau biasa disebut trading. Kegiatan ini memang dianggap sangat fluktuatif, sehingga membuat banyak yang enggan untuk berinvestasi di dalamnya.

Padahal, menurut CCO Reku Robby , masih cara lain yang lebih condong stabil seperti contohnya staking. “Ini adalah salah satu cara mendapat pendapatan pasif yang rewards-nya bisa didapatkan tiap hari,” jelasnya.

Staking menjadi pilihan para investor kripto untuk mendapatkan passive income di tengah kondisi pasar yang minim pergerakan. Caranya, dengan mengunci token yang dimiliki pada periode waktu tertentu. Maka, investor akan mendapatkan reward atau imbalan.

Konsep staking ini mirip dengan deposito, dimana aset yang dimiliki investor akan dikunci pada periode waktu tertentu. Nantinya, investor akan mendapat imbal hasil berupa bunga dari aset yang dikunci tadi setiap harinya. Adapun besaran imbal hasil tergantung dari masing-masing aset.

Staking yang dikenal sebagai salah satu cara mendapat pendapat pasif yang cenderung lebih stabil ini dilihat Robby mampu memperluas kesempatan masyarakat Indonesia untuk berinvestasi pada aset digital.

“Kami sudah lama menganalisa kegiatan staking di kripto. Termasuk berkolaborasi dengan Badan Pengawas Perdagangan Komoditas dan Berjangka (BAPPEBTI) untuk membentuk ruang lingkup kegiatan staking di awal Juni 2023 lalu,” ujarnya.

Menurut Robby, Reku yang merupakan platform pertukaran dan pasar kripto Indonesia itu resmi jadi platform pertama yang mendapatkan persetujuan tertulis untuk menjalankan staking dari BAPPEBTI.

Mengenal Staking di Kripto, Cara Investasi Aset Digital yang Lebih Aman

BAPPEBTI, bersama Reku, melakukan banyak asesmen dari sejak 2022, mengenai bagaimana penanganan dalam pengawasan pelaksanaan mekanisme dan perlindungan terhadap konsumen untuk ruang lingkup kegiatan staking.

Dari sisi keamanan dan kenyamanan pengguna, Reku menurut Robby memberikan laporan staking dan unstaking secara streaming real-time setiap saat ke Bappebti untuk pengelolaan wallet staking di Reku.

“Kami juga memberikan transparansi di mana transaksi para pengguna dapat terlihat di blockchain melalui wallet address Reku (publicly verifiable by the users),” ungkapnya.

Staking secara internasional dipercaya menjadi salah satu cara mendukung perkembangan blockchain dan jaringannya. Dengan cara yang sama ini juga, investor bisa mendapatkan imbalan rewards yang terbilang cukup stabil dan tinggi dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.

Menurut data Reku, hampir 70% pengguna Reku yang sudah mencoba staking, menginvestasikan 100% koin yang mereka miliki ke dalam staking.

“Konsep ini mungkin terkesan masih cukup asing untuk banyak masyarakat. Tapi kami terus berupaya ambil memperluas pemahaman investasi kripto yang baik dan benar bagi khalayak umum, agar bisa lebih menyesuaikan tipe pribadi, kebutuhan, dan kemampuan setiap individu,” ujarnya.

Baca Juga: Reku Jadi Fintech Kripto Pertama di Indonesia yang Boleh Melakukan Staking

Didirikan lebih dari lima tahun lalu, Reku merupakan salah satu pionir perusahaan Kripto di Indonesia dengan sekitar 500 ribu pengguna hingga saat ini. Reku juga merekrut Jesse Choi, suami dari aktrisMaudyAyunda.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Platform Crypto Terbaik...
5 Platform Crypto Terbaik 2026
7 Platform Crypto Futures...
7 Platform Crypto Futures Indonesia, Aman dan Resmi di 2026
Token Lokal Rasa Global:...
Token Lokal Rasa Global: Masuk Indodax hingga Bitrue, Palapa Kini Bidik Integrasi Hotel dan Gim
5 Aplikasi Crypto Terbaik...
5 Aplikasi Crypto Terbaik di Indonesia untuk Investasi Aman dan Mudah
5 Aplikasi Trading Deposit...
5 Aplikasi Trading Deposit Kecil Cocok untuk Pemula
5 Aplikasi Crypto Futures...
5 Aplikasi Crypto Futures Paling Aman untuk Trading
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Rekomendasi
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Berita Terkini
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Infografis
Jurusan Kuliah yang...
Jurusan Kuliah yang Berpeluang Cepat Dapat Kerja di Era Digital
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved