Ukraina Ngemis ke AS Minta Bom Cluster, NATO Beberkan Efek Mematikannya
Minggu, 09 Juli 2023 - 14:18 WIB
loading...
Bom tandan DPICM atau DPICM cluster munitions merupakan amunisi konvensional yang ditingkatkan dengan tujuan ganda. FOTO/ DAILY
A
A
A
KIEV - NATO memprotes keras rencana Amerika Serikat mengirim bom cluster ke Ukraina untuk menghadapi Rusia. NATO menilai bom tersebut terlalu bahaya diterjunkan di medan perang.
BACA JUGA - Teknologi Sensor Sel Biologis Mampu Deteksi Virus Corona
'' Amunisi tandan tidak boleh digunakan oleh Ukraina “dalam keadaan apa pun,” Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles mengatakan pada hari Sabtu (8/7/2023).
"Spanyol dengan tegas menentang pengiriman senjata itu, berdasarkan komitmen tegasnya dengan Ukraina, juga memiliki komitmen tegas bahwa senjata dan bom tertentu tidak dapat dikirim dalam keadaan apa pun," kata Robles kepada wartawan setelah rapat umum di Madrid seperti dilansir dari Reuters, Minggu (9/7/2023).
Sebelumnya Gedung Putih mengumumkan pada hari Jumat (7/7) bahwa Presiden Joe Biden telah mengesahkan pengiriman amunisi konvensional yang ditingkatkan tujuan ganda (DPICM) dalam jumlah yang tidak ditentukan ke Kiev, berdasarkan rekomendasi "dengan suara bulat" dari tim keamanan nasional presiden.
BACA JUGA - Teknologi Sensor Sel Biologis Mampu Deteksi Virus Corona
'' Amunisi tandan tidak boleh digunakan oleh Ukraina “dalam keadaan apa pun,” Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles mengatakan pada hari Sabtu (8/7/2023).
"Spanyol dengan tegas menentang pengiriman senjata itu, berdasarkan komitmen tegasnya dengan Ukraina, juga memiliki komitmen tegas bahwa senjata dan bom tertentu tidak dapat dikirim dalam keadaan apa pun," kata Robles kepada wartawan setelah rapat umum di Madrid seperti dilansir dari Reuters, Minggu (9/7/2023).
Sebelumnya Gedung Putih mengumumkan pada hari Jumat (7/7) bahwa Presiden Joe Biden telah mengesahkan pengiriman amunisi konvensional yang ditingkatkan tujuan ganda (DPICM) dalam jumlah yang tidak ditentukan ke Kiev, berdasarkan rekomendasi "dengan suara bulat" dari tim keamanan nasional presiden.
Lihat Juga :