Badan Antariksa Eropa Siap Luncurkan Teleskop Euclid, Ini Misi Penelitian di Luar Angkasa

Jum'at, 30 Juni 2023 - 18:20 WIB
loading...
Badan Antariksa Eropa...
Teleskop luar angkasa Euclid milik Badan Antariksa Eropa (ESA) akan diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari Cape Canaveral, Florida, Sabtu 1 Juli 2023. Foto/ESA/Live Science
A A A
PARIS - Teleskop luar angkasa Euclid milik Badan Antariksa Eropa (ESA) akan diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari Cape Canaveral, Florida, Sabtu 1 Juli 2023. Teleskop ruang angkasa ini akan mencari petunjuk tentang dua misteri terbesar alam semesta, yaitu materi gelap (dark matter) dan energi gelap (dark energy).

Teleskop luar angkasa Euclid akan menggunakan bidang pandangnya yang sangat luas untuk memburu dua komponen alam semesta yang paling misterius, materi gelap dan energi gelap. Meskipun materi gelap dan energi gelap tidak dapat dideteksi secara langsung, para ilmuwan mengamati dalam efek lengkungan gravitasi di galaksi.

Bidang pandang Euclid yang sangat besar akan secara signifikan memperluas pencarian ruang-waktu yang bengkok ini. Satelit ini diberi nama sesuai ahli matematika Yunani kuno yang dianggap sebagai "bapak geometri" Euclid atau Ekluides.

Baca juga; Teleskop Luar Angkasa Hubble Rekam Proses Tabrakan 3 Galaksi

Euclid adalah teleskop luar angkasa dengan tinggi 4,5 meter dan diameter 3,1 meter. Teleskop dipasang hanya dengan dua instrument, yaitu kamera inframerah dekat yang akan mengukur jarak dan kecerahan galaksi, serta kamera cahaya tampak yang akan mempelajari bentuknya.

Setelah data Euclid dikumpulkan, para ilmuwan akan menggunakannya untuk membuat dua peta alam semesta. Pertama akan merinci penyebaran materi gelap di alam semesta dengan pelensaan gravitasi. Di mana materi membelokkan cahaya dari sumber yang jauh melalui jalur melengkung dalam ruang-waktu, sehingga memperbesarnya.

Kedua menggunakan osilasi akustik baryon, gelombang kejut materi raksasa yang diciptakan ketika alam semesta panas dan sekarang membeku dalam waktu, sebagai cincin pohon kosmik untuk mempelajari percepatan pertumbuhan alam semesta dan dugaan penyebabnya: energi gelap.

Apa itu materi gelap?

Materi gelap adalah jenis materi yang misterius dan agak kontradiktif yang menyusun 85% dari materi alam semesta. Namun, karena tidak langsung berinteraksi dengan cahaya, sama sekali tidak terlihat.

Baca juga; Pertama Kali, Teleskop Luar Angkasa James Webb Mulai Melacak Asteroid

Jadi bagaimana kita tahu materi gelap itu ada? Sementara materi gelap itu sendiri tidak terlihat. Komposisi materi gelap tidak diketahui. Beberapa teori menyatakan bahwa partikel hipotetis yang disebut partikel masif yang berinteraksi lemah (WIMPs), masing-masing berbobot 10 hingga 100 kali massa foton (partikel cahaya), dapat menjadi kandidat ideal untuk membuktikan teori ini.

Sebagian peneliti mengusulkan bahwa partikel sangat kecil kurang dari sepermiliar ukuran elektron - disebut axion - bisa menjadi kandidat utama zat tersebut.

Apa itu energi gelap?

Badan Antariksa Eropa Siap Luncurkan Teleskop Euclid, Ini Misi Penelitian di Luar Angkasa

Selain namanya yang mirip, energi gelap tidak ada hubungannya dengan materi gelap. Energi gelap adalah nama yang diberikan untuk fenomena misterius percepatan ekspansi tak terkendali alam semesta.

Jawaban yang ditawarkan para kosmolog adalah bahwa suatu kekuatan misterius dalam jalinan alam semesta pasti mendorong segala sesuatu ke luar. NASA memperkirakan bahwa 68% alam semesta terdiri dari energi gelap. 27% adalah materi gelap, dan materi yang terlihat hanya 5%.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
BRIN Segera Memiliki...
BRIN Segera Memiliki Observatorium Nasional Terbaik di Asia
Prabowo Bakal Kirim...
Prabowo Bakal Kirim Putra-Putri Terbaik Ikut Program Kosmonot Rusia
Bikin Geger! Benda Mirip...
Bikin Geger! Benda Mirip Torpedo Mengapung di Pinggir Pantai Sumenep
Rekomendasi
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
Perempuan Indonesia...
Perempuan Indonesia 27 Tahun Jadi Sopir Bus di Jepang: Bagaimana Ia Lolos Seleksi Ketat Tokyu Bus?
Berita Terkini
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Akhirnya, Trio Maple...
Akhirnya, Trio Maple Haven Bisa Dikendalikan Langsung Lewat Game Mobile
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Infografis
Orienspace China Tantang...
Orienspace China Tantang Dominasi SpaceX di Luar Angkasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved