Profil Kelompok Hacker Anonymous Sudan yang Melakukan Serangan DDoS ke Microsoft
Rabu, 21 Juni 2023 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
Dalam beberapa bulan terakhir, grup ini sangat aktif di Telegram uniknya sengaja memberikan peringatan sebelum menyerang. “Termasuk memberikan tanggal tertentu kapan serangan dilakukan,” katanya.
Meski demikian, Sergey menyebut bahwa serangan DDoS bukan peretasan. “Artinya tidak ada pelanggaran (pencurian data). Dampaknya, situs atau platform yang diserang tidak dapat dijangkau untuk jangka waktu tertentu,” ungkap Sergey.
Namun, ia menyebut bahwa DDoS bukan serangan canggih. “Karena dapat dilakukan oleh siapa saja yang dapat memperoleh akses ke alat yang memungkinkan banyak permintaan ke satu situs web (seperti peternakan bot),” bebernya.
Baca Juga: Sempat Digempur Serangan DDoS, Microsoft Perkuat Keamanan hingga Lapisan ke-7
Sergey mengakui bahwa Anonymous Sudan menjadi terkenal karena bisa menggunakan alat DDOS yang sangat kuat. ”Mereka terhubung dengan grup hacker Rusia yang saat ini memanfaatkan alat tersebut. Para peretas ini menganalisis lebar pita, kapasitas, dari situs web yang mereka targetkan dengan mengirimkan sejumlah permintaan pada saat yang sama, dan mereka meningkatkannya ke titik sampai akhirnya web tersebut lumpuh,” ujarSergeylagi.
Meski demikian, Sergey menyebut bahwa serangan DDoS bukan peretasan. “Artinya tidak ada pelanggaran (pencurian data). Dampaknya, situs atau platform yang diserang tidak dapat dijangkau untuk jangka waktu tertentu,” ungkap Sergey.
Namun, ia menyebut bahwa DDoS bukan serangan canggih. “Karena dapat dilakukan oleh siapa saja yang dapat memperoleh akses ke alat yang memungkinkan banyak permintaan ke satu situs web (seperti peternakan bot),” bebernya.
Baca Juga: Sempat Digempur Serangan DDoS, Microsoft Perkuat Keamanan hingga Lapisan ke-7
Sergey mengakui bahwa Anonymous Sudan menjadi terkenal karena bisa menggunakan alat DDOS yang sangat kuat. ”Mereka terhubung dengan grup hacker Rusia yang saat ini memanfaatkan alat tersebut. Para peretas ini menganalisis lebar pita, kapasitas, dari situs web yang mereka targetkan dengan mengirimkan sejumlah permintaan pada saat yang sama, dan mereka meningkatkannya ke titik sampai akhirnya web tersebut lumpuh,” ujarSergeylagi.
(dan)
Lihat Juga :