Pedang Oktagonal Ini Pancarkan Sinar Kehijauan, Ditemukan di Makam Kuno Zaman Perunggu
Jum'at, 16 Juni 2023 - 09:54 WIB
loading...
Gagang perunggu pada pedang telah berubah menjadi hijau sejak dibuat pada pertengahan Zaman Perunggu. Foto/Archaologie-Buro Dr. Woidich/Live Science
A
A
A
BERLIN - Penemuan pedang bergagang oktagonal atau segi delapan di makam zaman perunggu sekitar abad ke-14 SM mengejutkan para arkeolog Jerman . Sebab, pedang itu masih dalam kondisi utuh sehingga masih memancarkan sinar kehijauan.
Pedang berusia 3.000 tahun ini ditemukan dalam makam seorang pria, wanita dan anak di Kota Nordlingen di Bavaria. Tampaknya ketiga jenazah dimakamkan secara bersamaan dalam posisi berdampingan, tetapi belum diketahui apakan ketiga saling terkait.
Pedang itu memiliki gagang segi delapan berornamen yang dibuat dari perunggu yang memancarkan semburat kehijauan. Cahaya kehijauan muncul karena perunggu mengandung tembaga, logam yang teroksidasi saat terkena udara dan air.
Baca juga; Penemuan Pedang Kuno di Jepang, Panjang 2,3 Meter dengan Bilah Bergelombang
Hanya pandai besi terampil yang bisa membuat pedang segi delapan. Pegangannya, yang memiliki dua paku keling, ditempatkan ke atas bilahnya dengan teknik yang dikenal sebagai overlay casting.
Pedang berusia 3.000 tahun ini ditemukan dalam makam seorang pria, wanita dan anak di Kota Nordlingen di Bavaria. Tampaknya ketiga jenazah dimakamkan secara bersamaan dalam posisi berdampingan, tetapi belum diketahui apakan ketiga saling terkait.
Pedang itu memiliki gagang segi delapan berornamen yang dibuat dari perunggu yang memancarkan semburat kehijauan. Cahaya kehijauan muncul karena perunggu mengandung tembaga, logam yang teroksidasi saat terkena udara dan air.
Baca juga; Penemuan Pedang Kuno di Jepang, Panjang 2,3 Meter dengan Bilah Bergelombang
Hanya pandai besi terampil yang bisa membuat pedang segi delapan. Pegangannya, yang memiliki dua paku keling, ditempatkan ke atas bilahnya dengan teknik yang dikenal sebagai overlay casting.
Lihat Juga :