Cegah Bangkit dari Kubur, Mayat di Makam Kuno Ditimpa Batu Besar di Dada
Sabtu, 21 September 2024 - 15:03 WIB
loading...
Ketakutan bangkitnya mayat dari kubur di Eropa meningkat antara abad ke-16 dan ke-18. Foto/Live Science
A
A
A
JAKARTA - Para arkeolog berhasil mengungkap praktik pemakaman unik di situs tiang gantungan dekat kota Quedlinburg, Saxony-Anhalt, Jerman. Salah satu mayat yang ditemukan dibebani dengan batu di bagian dada, diduga untuk mencegahnya bangkit dari kubur .
Makam ini ditemukan saat tim melakukan penggalian di situs tiang gantungan, tempat para penjahat dieksekusi sejak tahun 1660-an hingga awal abad ke-19.
"Ketakutan bangkitnya mayat dari kubur semacam ini di Eropa meningkat antara abad ke-16 dan ke-18, jadi berbagai tindakan diambil untuk mencegahnya," kata Marita Genesis, arkeolog yang memimpin penggalian, kepada Live Science.
Tim menduga jenazah dengan kategori ini adalah orang-orang yang mungkin meninggal muda, atau meninggal mendadak, tanpa pengakuan dosa atau pengampunan.
Tindakan pencegahan mayat bangkit dari kubur selain dengan menimpa batu besar juga seringkali dilakukan dengan menyemprotkan dupa, menempatkan salib kayu, mengikat anggota badan mayat, atau menutupinya dengan semak belukar.
Makam ini ditemukan saat tim melakukan penggalian di situs tiang gantungan, tempat para penjahat dieksekusi sejak tahun 1660-an hingga awal abad ke-19.
"Ketakutan bangkitnya mayat dari kubur semacam ini di Eropa meningkat antara abad ke-16 dan ke-18, jadi berbagai tindakan diambil untuk mencegahnya," kata Marita Genesis, arkeolog yang memimpin penggalian, kepada Live Science.
Tim menduga jenazah dengan kategori ini adalah orang-orang yang mungkin meninggal muda, atau meninggal mendadak, tanpa pengakuan dosa atau pengampunan.
Tindakan pencegahan mayat bangkit dari kubur selain dengan menimpa batu besar juga seringkali dilakukan dengan menyemprotkan dupa, menempatkan salib kayu, mengikat anggota badan mayat, atau menutupinya dengan semak belukar.
Lihat Juga :