Hacker Korea Utara Kimsuky Menyamar Jurnalis Lakukan Kegiatan Mata-mata
Minggu, 04 Juni 2023 - 22:09 WIB
loading...
Ilustrasi hacker. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kelompok hacker dari Korea Utara bernama Kimsuky diketahui telah menyamar sebagai jurnalis dan akademisi untuk kampanye phishing. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan kegiatan mata-mata.
Dilansir dari Bleeping Computer, pemerintah AS dan Korea Selatan berhasil melacak kegiatan mata-mata Kimsuky dan menganalisis kampanye, serta tema grup peretas baru-baru itu untuk melakukan serangan.
Yang mengejutkan, ternyata operasi cyber Kimsuky dilakukan atas instruksi langsung negara. Hal ini diketahui dengan masuknya Kimsuky ke dalam bagian dari Biro Umum Pengintaian Korea Utara (RGB).
Baca juga: Kembali Berulah, Hacker Korea Utara Bobol Cryptocurrency
"Juga dikenal sebagai Thallium dan Velvet Chollima, Kimsuky telah melakukan kampanye spionase skala besar yang mendukung tujuan intelijen nasional sejak setidaknya 2012," tulis laman itu, dikutip Minggu (4/6/2023).
Serangan Kimsuky telah membuat sejumlah kekhawatiran, karena melakukan rekayasa sosial dan spionasi.
"Korea Utara sangat bergantung pada intelijen yang diperoleh dengan mengkompromikan analis kebijakan dan kompromi yang berhasil memungkinkan aktor Kimsuky untuk membuat email phishing," sambungnya.
Dilansir dari Bleeping Computer, pemerintah AS dan Korea Selatan berhasil melacak kegiatan mata-mata Kimsuky dan menganalisis kampanye, serta tema grup peretas baru-baru itu untuk melakukan serangan.
Yang mengejutkan, ternyata operasi cyber Kimsuky dilakukan atas instruksi langsung negara. Hal ini diketahui dengan masuknya Kimsuky ke dalam bagian dari Biro Umum Pengintaian Korea Utara (RGB).
Baca juga: Kembali Berulah, Hacker Korea Utara Bobol Cryptocurrency
"Juga dikenal sebagai Thallium dan Velvet Chollima, Kimsuky telah melakukan kampanye spionase skala besar yang mendukung tujuan intelijen nasional sejak setidaknya 2012," tulis laman itu, dikutip Minggu (4/6/2023).
Serangan Kimsuky telah membuat sejumlah kekhawatiran, karena melakukan rekayasa sosial dan spionasi.
"Korea Utara sangat bergantung pada intelijen yang diperoleh dengan mengkompromikan analis kebijakan dan kompromi yang berhasil memungkinkan aktor Kimsuky untuk membuat email phishing," sambungnya.
Lihat Juga :