93 Hari Tinggal di Dasar Samudra Atlantik, Ilmuwan Ini Alami Perubahan Sel Tubuh
Sabtu, 03 Juni 2023 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengklaim telomere dalam tubuhnya sekarang 20 persen lebih panjang. Dia juga memiliki sel induk hingga 10 kali lebih banyak daripada saat pertama kali pindah ke pod bawah air pada bulan Maret.
Dituri mengalami 60 hingga 66% tidur REM yang dalam setiap malam, penanda inflamasinya telah dipotong setengahnya dan kolesterolnya turun hingga 72 poin. Perubahan kesehatan disebabkan oleh tekanan, yang mirip dengan proses di ruang hiperbarik.
Dalam terapi hiperbarik, ditemukan meningkatkan aliran darah otak, metabolisme otak, dan struktur mikro otak, yang mengarah pada peningkatan fungsi kognitif, fungsi fisik, tidur, dan gaya berjalan. Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Tel Aviv pada tahun 2020 menemukan perawatan oksigen hiperbarik (HBOT) pada orang dewasa yang sehat dapat menghentikan penuaan sel darah dan membalikkan proses penuaan.
Baca juga; Ilmuwan Temukan Pondasi Jalan ke Atlantis di Dasar Laut
Para peneliti memaparkan 35 orang sehat berusia 64 atau lebih ke serangkaian 60 sesi hiperbarik selama 90 hari. Berfokus pada sel-sel kekebalan yang mengandung DNA yang diperoleh dari darah peserta, penelitian ini menemukan pemanjangan hingga 38% dari telomere.
Dituri mengalami 60 hingga 66% tidur REM yang dalam setiap malam, penanda inflamasinya telah dipotong setengahnya dan kolesterolnya turun hingga 72 poin. Perubahan kesehatan disebabkan oleh tekanan, yang mirip dengan proses di ruang hiperbarik.
Dalam terapi hiperbarik, ditemukan meningkatkan aliran darah otak, metabolisme otak, dan struktur mikro otak, yang mengarah pada peningkatan fungsi kognitif, fungsi fisik, tidur, dan gaya berjalan. Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Tel Aviv pada tahun 2020 menemukan perawatan oksigen hiperbarik (HBOT) pada orang dewasa yang sehat dapat menghentikan penuaan sel darah dan membalikkan proses penuaan.
Baca juga; Ilmuwan Temukan Pondasi Jalan ke Atlantis di Dasar Laut
Para peneliti memaparkan 35 orang sehat berusia 64 atau lebih ke serangkaian 60 sesi hiperbarik selama 90 hari. Berfokus pada sel-sel kekebalan yang mengandung DNA yang diperoleh dari darah peserta, penelitian ini menemukan pemanjangan hingga 38% dari telomere.

Lihat Juga :