93 Hari Tinggal di Dasar Samudra Atlantik, Ilmuwan Ini Alami Perubahan Sel Tubuh
Sabtu, 03 Juni 2023 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Dituri menggunakan lingkungan bertekanan untuk mempelajari bagaimana tubuh manusia merespons paparan jangka panjang terhadap tekanan ekstrem di ruang kecil selama 100 hari. “Kirim orang ke sini untuk liburan dua minggu, di mana kaki mereka digosok, rileks, dan dapat merasakan manfaat pengobatan hiperbarik,” kata Dituri kepada DailyMail.
Dituri juga berolahraga selama satu jam empat sampai lima hari seminggu tetapi hanya memiliki akses ke band latihan. “Metabolisme saya meningkat, jadi tubuh saya menjadi lebih ramping, meskipun massa otot tidak berubah,” ucapnya.
Perubahan jumlah sel punca juga menjadi bagian dari penelitiannya. Sel punca adalah solusi potensial yang menjanjikan untuk membalikkan tanda-tanda penuaan yang terlihat, dan Stanford menemukan bahwa sel manusia yang sudah tua dapat diremajakan dengan sel punca.
Dituri juga berolahraga selama satu jam empat sampai lima hari seminggu tetapi hanya memiliki akses ke band latihan. “Metabolisme saya meningkat, jadi tubuh saya menjadi lebih ramping, meskipun massa otot tidak berubah,” ucapnya.
Perubahan jumlah sel punca juga menjadi bagian dari penelitiannya. Sel punca adalah solusi potensial yang menjanjikan untuk membalikkan tanda-tanda penuaan yang terlihat, dan Stanford menemukan bahwa sel manusia yang sudah tua dapat diremajakan dengan sel punca.
(wib)
Lihat Juga :