GIPA Ajak Pelajar Indonesia Meniti Karir di Perusahaan Teknologi Global
Kamis, 23 Juli 2020 - 15:56 WIB
loading...
A
A
A
Prof. Popy Rufaidah, Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Washington D.C. dalam pembukaanya memaparkan pentingnya pengalaman profesional di luar negeri untuk membentuk SDM mahir dan pemimpin Indonesia di masa depan menimbang pandemi COVID-19 yang sedang melanda dunia. Prof. Popy yang juga pernah memimpin Indonesian Marketing Association menambahkan tren otomatisasi dan industri revolusi 4.0 juga memberikan dampak jangka panjang yang perlu diperhatikan untuk para mahasiswa yang masih menempuh jenjang tinggi atau yang baru saja lulus kuliah. “Di saat-saat seperti ini anda harus bertanya, apakah anda mau menjadi seorang job seeker atau job creator?”, ucap Prof. Popy yang juga guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjajaran
Sementara Steven Marcelino, Chairman of GIPA, juga menyampaikan bahwa ini adalah saatnya anak bangsa untuk mengganti gigi untuk melaju cepat karena ‘Future of Workforce’ sudah hadir didepan mata. Hal ini dikarenakan tren digital dan teknologi begitu dipercepat oleh pandemi ini. “Pentingnya untuk melakukan intervensi hari ini untuk melaju dengan membentuk elastisitas yang berupa ketrampilan dan keahlian in the new” tambah Steven yang bekerja di Accenture London.
Panel diskusi dimulai dengan kisah hidup Sofyan Saputra, Technical Account Manager di Google yang pindah ke A.S. pada tahun 1998 dengan latar belakang kurang mampu. “Ketika kecil aku harus memetik blueberry di kebun tetangga untuk mendapat uang saku, sehingga aku menghargai setiap kesempatanku untuk belajar termasuk pergi ke perpustakaan umum” ujarnya ketika ditanya mengenai apa yang memotivasinya hingga bisa mendapat beasiswa dan menyelesaikan pendidikan Master of Business Administration-nya di Indiana University. Tanpa pernah puas dengan ilmunya, Sofyan terus melahap dasar-dasar pemrograman seperti HTML, CSS, dan Javascript yang kemudian hari membawa dia untuk berkarir di bidang teknologi. Sekarang Sofyan memimpin kemitraan Google dengan konglomerasi media global seperti CBS dan Viacom.
![GIPA Ajak Pelajar Indonesia Meniti Karir di Perusahaan Teknologi Global]()
Narasumber kedua Reinardus (Rei) Pradhitya, Senior Software Engineer di Facebook mengingat perjuangannya yang penuh penolakan. “Dulu waktu kuliah setiap tahun aku apply untuk internship di berbagai perusahan teknologi, setiap tahun juga ditolak” ujar Rei yang pernah menjadi asisten riset ketika masih kuliah. Namun dengan sikap yang pantang menyerah, Rei terus mengasah dirinya sehingga akhirnya dia mendapat penawaran untuk bekerja di Facebook di London, San Francisco, dan New York. Pesan yang Rei yang sudah bekerja di Facebook selama 7 tahun ini bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar ketika kita berbicara mengenai karir di bidang teknologi; selama kita terus bekerja dan belajar, lambat laun kita akan bisa meraih mimpi tersebut.
Sementara Steven Marcelino, Chairman of GIPA, juga menyampaikan bahwa ini adalah saatnya anak bangsa untuk mengganti gigi untuk melaju cepat karena ‘Future of Workforce’ sudah hadir didepan mata. Hal ini dikarenakan tren digital dan teknologi begitu dipercepat oleh pandemi ini. “Pentingnya untuk melakukan intervensi hari ini untuk melaju dengan membentuk elastisitas yang berupa ketrampilan dan keahlian in the new” tambah Steven yang bekerja di Accenture London.
Panel diskusi dimulai dengan kisah hidup Sofyan Saputra, Technical Account Manager di Google yang pindah ke A.S. pada tahun 1998 dengan latar belakang kurang mampu. “Ketika kecil aku harus memetik blueberry di kebun tetangga untuk mendapat uang saku, sehingga aku menghargai setiap kesempatanku untuk belajar termasuk pergi ke perpustakaan umum” ujarnya ketika ditanya mengenai apa yang memotivasinya hingga bisa mendapat beasiswa dan menyelesaikan pendidikan Master of Business Administration-nya di Indiana University. Tanpa pernah puas dengan ilmunya, Sofyan terus melahap dasar-dasar pemrograman seperti HTML, CSS, dan Javascript yang kemudian hari membawa dia untuk berkarir di bidang teknologi. Sekarang Sofyan memimpin kemitraan Google dengan konglomerasi media global seperti CBS dan Viacom.

Narasumber kedua Reinardus (Rei) Pradhitya, Senior Software Engineer di Facebook mengingat perjuangannya yang penuh penolakan. “Dulu waktu kuliah setiap tahun aku apply untuk internship di berbagai perusahan teknologi, setiap tahun juga ditolak” ujar Rei yang pernah menjadi asisten riset ketika masih kuliah. Namun dengan sikap yang pantang menyerah, Rei terus mengasah dirinya sehingga akhirnya dia mendapat penawaran untuk bekerja di Facebook di London, San Francisco, dan New York. Pesan yang Rei yang sudah bekerja di Facebook selama 7 tahun ini bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar ketika kita berbicara mengenai karir di bidang teknologi; selama kita terus bekerja dan belajar, lambat laun kita akan bisa meraih mimpi tersebut.
Lihat Juga :