Sejajar Rusia dan AS, China Mampu Luncurkan Satelit Navigasi Independen
Kamis, 18 Mei 2023 - 21:11 WIB
loading...
Setelah lebih dari 3 tahun, China akhirnya mampu meluncurkan satelit navigasi independen yang diberi nama BeiDou pada Selasa 16 Mei 2023. Foto/Space/CCTV
A
A
A
BEIJING - Setelah lebih dari 3 tahun, China akhirnya mampu meluncurkan satelit navigasi independen yang diberi nama BeiDou pada Selasa 16 Mei 2023. Kemampuan ini membuat China sejajar dengan kekuatan dunia lainnya, Rusia dan Amerika Serikat (AS) dalam teknologi luar angkasa.
Satelit BeiDou diluncurkan menggunakan roket Long March 3B dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang, di Provinsi Sichuan, China barat daya, pada Selasa 16 Mei 2023 pukul 22:49 waktu setempat. Pesawat ruang angkasa ini meluncurkan satelit BeiDou ke-56 yang memiliki kecanggihan dari generasi sebelumnya.
Satelit yang baru diluncurkan menuju orbit geostasioner, sekitar 22.200 mil atau 35.700 kilometer di atas Bumi. Pesawat ruang angkasa generasi pertama BeiDou pertama kali diluncurkan pada Juni 2020.
Baca juga; Bukan Kaleng-kaleng, Satelit China Potret Kota San Francisco dalam 42 Detik
Menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua, pesawat ruang angkasa ini akan berfungsi sebagai cadangan pertama untuk Sistem Satelit Navigasi BeiDou-3 (BDS-3). “Satelit itu akan memperluas kapasitas komunikasi dari fungsi pengiriman pesan singkat regional sistem,” tulis Xinhua dikutip SINDOnews dari laman Space.
Satelit BeiDou diluncurkan menggunakan roket Long March 3B dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang, di Provinsi Sichuan, China barat daya, pada Selasa 16 Mei 2023 pukul 22:49 waktu setempat. Pesawat ruang angkasa ini meluncurkan satelit BeiDou ke-56 yang memiliki kecanggihan dari generasi sebelumnya.
Satelit yang baru diluncurkan menuju orbit geostasioner, sekitar 22.200 mil atau 35.700 kilometer di atas Bumi. Pesawat ruang angkasa generasi pertama BeiDou pertama kali diluncurkan pada Juni 2020.
Baca juga; Bukan Kaleng-kaleng, Satelit China Potret Kota San Francisco dalam 42 Detik
Menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua, pesawat ruang angkasa ini akan berfungsi sebagai cadangan pertama untuk Sistem Satelit Navigasi BeiDou-3 (BDS-3). “Satelit itu akan memperluas kapasitas komunikasi dari fungsi pengiriman pesan singkat regional sistem,” tulis Xinhua dikutip SINDOnews dari laman Space.
Lihat Juga :